digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Jeremy Deandito
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Sistem Informasi Akademik Universitas X melayani lima peran pengguna dan berjalan secara fungsional, tetapi antarmukanya menyimpan persoalan kegunaan. Kuesioner terhadap sebelas pengguna sistem berjalan menghasilkan skor System Usability Scale 58,5 bagi responden Mahasiswa, berada 9,5 poin di bawah ambang penerimaan 68, dengan simpangan baku 28,1 dan rentang skor dari 22,5 sampai 100,0. Enam dari sepuluh responden Mahasiswa berada di bawah ambang tersebut. Butir dengan nilai terendah menyangkut peringatan bentrok jadwal saat menyusun Kartu Rencana Studi dan keterbacaan teks pada tabel, keduanya bernilai 3,40 pada skala 1 sampai 6. Delapan dari sepuluh responden mencatat ulang jadwal kuliah di luar sistem untuk memeriksa bentrok, dan tidak seorang pun mengandalkan pemberitahuan dari sistem. Penelitian ini merancang ulang antarmuka SIAKAD dengan pendekatan User Centered Design mengikuti kerangka ISO 9241-210:2019. Weighted Scoring Matrix menetapkan modul Mahasiswa sebagai fokus perancangan. Perancangan menempuh empat tahap, yaitu pemahaman konteks penggunaan, perumusan kebutuhan pengguna beserta usability goals dan user experience goals, penyusunan wireframe low-fidelity hingga purwarupa high-fidelity interaktif di Figma untuk tujuh layar modul Mahasiswa, serta evaluasi melalui usability testing berbasis tugas. Pengujian iterasi pertama terhadap lima partisipan dengan enam skenario menghasilkan Task Completion Rate 100 persen, rata-rata Time on Task 8,92 sampai 23,07 detik, rata-rata Single Ease Question 6,37 dari 7, dan skor System Usability Scale 93,5 pada kategori Excellent. Sasaran effective to use, easy to learn, dan satisfying tercapai. Sasaran efficient to use tercapai bersyarat karena penulis tidak mengukur waktu penyelesaian tugas pada sistem berjalan. Sasaran helpful tercapai secara kualitatif. Rancangan ulang modul Mahasiswa memenuhi kebutuhan pengguna dan sebagian besar sasaran yang ditetapkan, dengan iterasi kedua disarankan sebagai kelanjutan penelitian.