Institut Teknologi Bandung (ITB) menargetkan peningkatan posisi dalam pemeringkatan
World Class University melalui QS World University Rankings dan Times Higher Education
World University Rankings. Pencapaian target tersebut memerlukan tenaga kependidikan yang
kompeten serta kondisi organisasi yang mendukung pembelajaran. Namun, pembelajaran
tenaga kependidikan ITB belum terencana dan terarah karena kebutuhan kompetensi serta
kesiapan organisasi pembelajar belum diketahui secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan
merancang strategi pembelajaran tenaga kependidikan ITB berdasarkan kebutuhan kompetensi
dan kondisi kesiapan organisasi pembelajar.
Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan mengacu pada tahap organizational
context dan identify learning and development needs dalam ISO 30422:2022. Identifikasi
kompetensi dilakukan melalui telaah dokumen, pemetaan indikator QS WUR dan THE WUR,
wawancara dengan subject matter experts, identifikasi critical success factors, pemetaan
proses bisnis, dan validasi unit kerja. Kondisi organisasi pembelajar diukur menggunakan
Dimensions of the Learning Organization Questionnaire yang diadaptasi dengan ASN
Corporate University menjadi 42 item dalam delapan dimensi. Survei melibatkan 227 tenaga
kependidikan dan dianalisis menggunakan statistika deskriptif, analisis kesenjangan, serta
Importance–Performance Analysis.
Berdasarkan 26 indikator pemeringkatan pada 16 unit kerja, teridentifikasi 50 critical success
factors dan 98 kompetensi yang terdiri atas 8 kompetensi inti, 23 kompetensi pendukung, dan
67 kompetensi bidang. Kompetensi tersebut disusun dalam kamus kompetensi dengan lima
level penguasaan. Hasil pengukuran organisasi pembelajar menunjukkan rata-rata kondisi
aktual sebesar 3,48 dan tingkat kepentingan sebesar 4,47 pada skala enam, dengan kesenjangan
sebesar ?0,99. Strategic Leadership menjadi prioritas utama perbaikan, sedangkan Team
Learning, Empowerment, dan Learning System menjadi prioritas perbaikan berikutnya.
Integrasi kedua hasil menghasilkan strategi pembelajaran 70:20:10 melalui pengalaman kerja,
pembelajaran sosial, dan pembelajaran formal bagi tenaga kependidikan pada 13 unit kerja atau
33 subunit kerja prioritas, dengan kamus kompetensi sebagai panduan pembelajaran. Kerangka
70:20:10 tidak diterapkan sebagai proporsi yang kaku, sedangkan penentuan bentuk
pembelajaran bagi setiap kompetensi memerlukan analisis lanjutan.
Perpustakaan Digital ITB