COVER Carissa Hana Rafathya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Carissa Hana Rafathya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Carissa Hana Rafathya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Carissa Hana Rafathya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Carissa Hana Rafathya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Carissa Hana Rafathya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Carissa Hana Rafathya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 6 Carissa Hana Rafathya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Carissa Hana Rafathya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Carissa Hana Rafathya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Pasar bantal premium di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kualitas tidur. Dalam mengembangkan produk bantal premium, perusahaan perlu memahami kebutuhan konsumen secara akurat agar spesifikasi produk yang dirancang mampu memenuhi ekspektasi pasar. Namun, proses identifikasi kebutuhan konsumen umumnya dilakukan melalui survei atau wawancara yang memerlukan waktu dan biaya yang relatif besar. Penelitian ini bertujuan merancang spesifikasi teknis bantal premium bagi KWALA berdasarkan faktor penilaian konsumen yang diperoleh dari ulasan daring.
Penelitian menggunakan pendekatan data mining dan pengembangan produk. Data berupa ulasan daring produk bantal premium dikumpulkan dari media e-commerce dan diolah melalui tahapan CRISP-DM. Identifikasi kebutuhan konsumen dilakukan menggunakan pemodelan topik latent Dirichlet allocation (LDA), sedangkan tingkat kepentingan kebutuhan dihitung menggunakan metode TF-MONO. Selanjutnya, kebutuhan konsumen diterjemahkan menjadi spesifikasi teknis melalui quality function deployment (QFD) fase I atau house of quality (HoQ). QFD fase II dan TRIZ digunakan untuk menghasilkan alternatif konsep produk yang kemudian dievaluasi menggunakan Pugh chart. Konsep terpilih divalidasi melalui analisis implementasi dan pengukuran intensi pembelian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling memengaruhi penilaian konsumen terhadap bantal premium adalah kenyamanan, keempukan, ukuran, kelembutan, dan ketebalan. Faktor kenyamanan memiliki bobot kepentingan tertinggi sebesar 1,52, diikuti keempukan sebesar 0,75. Proses QFD menghasilkan 13 engineering characteristics yang menjadi dasar penyusunan spesifikasi teknis produk. Spesifikasi utama yang diusulkan meliputi rata-rata tekanan 1185,58 Pa, kedalaman indentasi 14,10 cm, kenaikan temperatur maksimum 1,70°C, indentation force deflection 7,60 N, denier 0,8 den, dimensi 70 cm × 50 cm, permukaan 300 thread count, koefisien gesek statis 0,55, ketebalan 22,20 cm, berat isi 1800 gram, dan loft retention 92%. Evaluasi konsep menghasilkan dua alternatif yang layak diimplementasikan. Konsep utama menggunakan cover Tencel Lyocell bermotif strip horizontal dan filling gel-coated microfiber, dengan 75% responden memiliki intensi membeli. Konsep alternatif juga dirancang menggunakan cover cotton 300TC strip horizontal untuk meminimalisir kenaikan biaya material. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan ulasan daring dapat digunakan secara efektif untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen dan menghasilkan spesifikasi teknis lebih sesuai dengan preferensi pasar
Perpustakaan Digital ITB