Sistem proteksi petir fasilitas migas di Indonesia umumnya mengadopsi standar internasional seperti NFPA 780 dan IEC 62305. Namun, insiden kebakaran tangki tetap terjadi karena standar subtropis tersebut belum efektif mengantisipasi karakteristik petir tropis yang memiliki arus puncak dan kecuraman jauh lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan merancang sistem proteksi petir eksternal yang adekuat, menyimulasikan radius perlindungan berbasis parameter lokal, serta menyusun rekomendasi desain sebagai dasar standar nasional. Metodologi yang digunakan adalah kuantitatif-simulatif dengan menerapkan metode bola gelinding 3D menggunakan perangkat lunak Rhinoceros 3D pada 22 tangki di Kilang Dumai, Riau. Evaluasi dilakukan pada skenario Lightning Protection Level (LPL) III (10 kA) dan LPL IV (18 kA) yang dikalibrasi dengan kurva petir tropis Indonesia. Hasil menunjukkan konfigurasi terpilih secara optimal berhasil melindungi seluruh tangki melalui kombinasi FSM dan EMT yang memenuhi kriteria probabilitas perlindungan arus puncak masing-masing sebesar 95% dan 85% untuk kedua tingkat proteksi. Analisis tekno-ekonomis menunjukkan LPL IV memerlukan investasi Rp3.388.419.000, lebih efisien Rp336.719.000 dibanding LPL III yang cenderung overdesign. Parameter ini divalidasi oleh data sambaran aktual Riau (11,8 kA–28,83 kA). Sebagai kontribusi regulatif, seluruh parameter teknis ini diformulasikan menjadi Draft Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) tentang Sistem Proteksi Petir pada Tangki Penyimpanan Minyak dan Gas guna mewujudkan kemandirian standardisasi industri vital nasional.
Perpustakaan Digital ITB