digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Haidar Raif Achyar
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER - Haidar Raif Achyar
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 - Haidar Raif Achyar
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 - Haidar Raif Achyar
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 - Haidar Raif Achyar
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 - Haidar Raif Achyar
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 - Haidar Raif Achyar
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA - Haidar Raif Achyar
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN - Haidar Raif Achyar
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Indonesia memiliki potensi panas bumi sebesar 23.742 MW, namun tingkat pemanfaatannya hanya sebesar 2.710 MW. Salah satu upaya peningkatan produksi listrik panas bumi adalah mengaktifkan kembali sumur produksi berstatus idle melalui pembangunan jalur perpipaan uap yang menghubungkan wellhead dengan demister dan rock muffler. Perancangan sistem perpipaan tersebut menghadapi tantangan berupa potensi korosi fluida panas bumi serta risiko kegagalan struktur akibat beban tekanan, temperatur tinggi, dan beban lingkungan. Perancangan ini bertujuan merancang sistem perpipaan uap yang optimal, mengevaluasi keamanan strukturnya, serta menghasilkan dokumen rekayasa sesuai ASME B31.1. Metode perancangan meliputi analisis hidrolik menggunakan perangkat lunak simulasi proses untuk menentukan diameter pipa, evaluasi korosi untuk pemilihan material, perhitungan tebal pipa dan insulasi termal, serta analisis tegangan menggunakan perangkat lunak analisis tegangan perpipaan terhadap beban sustained, ekspansi termal, gempa, dan angin. Hasil analisis digunakan sebagai dasar modifikasi konfigurasi support dan spesifikasi pipa hingga memenuhi kriteria desain. Hasil perancangan menunjukkan bahwa sistem perpipaan menggunakan material ASTM A312 TP 304 dengan ukuran pipa utama DN 400 dan pipa percabangan DN 250, dilengkapi insulasi calcium silicate dan condensate trap. Setelah dilakukan modifikasi support dan spesifikasi pipa, diperoleh rasio tegangan maksimum sebesar 0,76 untuk beban sustained, 0,80 untuk expansion, 0,86 untuk seismik, dan 0,64 untuk angin. Seluruh nilai berada di bawah batas yang ditetapkan ASME B31.1 sehingga sistem dinyatakan aman. Hasil akhir berupa gambar isometrik dan Material Take Off (MTO) yang dapat digunakan sebagai acuan fabrikasi, konstruksi, dan pengadaan material.