digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook karya

COVER Ahmad Farhan Ghifari
Terbatas  karya
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Ahmad Farhan Ghifari
Terbatas  karya
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Ahmad Farhan Ghifari
Terbatas  karya
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Ahmad Farhan Ghifari
Terbatas  karya
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Ahmad Farhan Ghifari
Terbatas  karya
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Ahmad Farhan Ghifari
Terbatas  karya
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Ahmad Farhan Ghifari
Terbatas  karya
» Gedung UPT Perpustakaan

Salah satu cara untuk menunjukkan adanya kelainan jantung adalah dengan cara membaca sinyal elektrokardiogram (EKG). Studi mengenai pembangunan sistem pemantauan EKG berbasis IoT pada mobile application sedang berkembang. Salah satu penelitian mengenai pemantauan EKG berbasis IoT dilakukan oleh Chhabra dan Kalsi (2017). Namun pada penelitian tersebut masih memiliki batasan yaitu sistem memerlukan koneksi internet yang bagus untuk dapat mengetahui kondisi jantung berdasarkan sinyal elektrokardiogram yang dibaca. Selain itu, pada sistem tersebut menggunakan Raspberry Pi yang memiliki sistem kompleks dengan harga yang relatif lebih mahal. Pada penelitian ini dilakukan perancangan sistem minimum pemantauan elektrokardiogram berbasis Internet of Things (IoT). Sistem tersebut memungkinkan pengguna untuk melakukan pemantauan tanpa internet untuk jarak dekat yaitu kurang dari 100 meter dengan menggunakan media bluetooth. Pemantauan dilakukan dengan menggunakan sistem minimum yang menggunakan IC ATmega328P pada microcontroller dan AD8232 sebagai modul pembaca EKG yang dibangun untuk kemudian sinyal elektrokardiogram tersebut dapat dipantau menggunakan smartphone dengan sistem operasi Android melalui media komunikasi bluetooth. Pada saat pemantauan, pengguna dapat menghubungkan smartphone yang digunakan dengan smartphone dokter yang berada pada jarak jauh atau lebih dari 100 meter dengan menggunakan internet. Pada saat pasien melakukan pemantauan, sinyal tersebut otomatis tersimpan pada smartphone pasien sehingga data sinyal tersebut dapat diakses kembali dan dikirimkan kapanpun ke dokter tanpa harus saat pasien melakukan pemantauan. Total biaya yang dibutuhkan pada sistem minimum pemantauan elektrokardiogram ini menyusut menjadi 28.65% dari biaya sistem yang dibangun oleh Chhabra dan Kalsi (2017). Dengan demikian tujuan dari penelitian ini terpenuhi yaitu membangun piranti IoT yang dapat digunakan untuk memantau sinyal elektrokardiogram oleh dokter dari jarak jauh.