Abstrak - Thalita Zahra Sutejo
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Sistem Business Intelligence di lingkungan internal perusahaan umumnya masih bergantung
pada pelaporan manual dan kemampuan teknis dalam menggunakan bahasa
kueri untuk memperoleh insight dari data. Ketergantungan tersebut menyulitkan
pengguna nonteknis, seperti manajer dan analis bisnis, dalam mengakses informasi
secara mandiri dan tepat waktu. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, dilakukan
perancangan dan implementasi sistem Business Intelligence berbasis chatbot
yang memungkinkan pengguna internal melakukan analisis dan prediksi kinerja bisnis
melalui antarmuka percakapan berbahasa Indonesia. Sistem ini menggunakan
pendekatan rule-based untuk memahami pertanyaan pengguna, kemudian menghasilkan
keluaran analitik dalam bentuk narasi bahasa Indonesia melalui modul Natural
Language Generation berbasis templat. Selain kemampuan analitik, sistem juga
dilengkapi dengan model peramalan deret waktu untuk mendukung prediksi kinerja
bisnis pada periode berikutnya. Dengan menggunakan data dari Enterprise Data
Warehouse internal perusahaan serta beberapa variasi model peramalan, dilakukan
implementasi sistem yang mencakup proses klasifikasi maksud, eksekusi aturan analitik,
pembangkitan narasi, dan peramalan deret waktu. Setelah implementasi, dilakukan
evaluasi terhadap kemampuan analitik dan prediktif sistem. Evaluasi analitik
menunjukkan bahwa sistem mampu menghasilkan narasi dengan akurasi faktual
100% berdasarkan aturan yang telah didefinisikan. Sementara itu, evaluasi prediktif
dilakukan dengan membandingkan model GRU (Gated Recurrent Unit) dan LSTM
(Long Short-Term Memory) terhadap model statistik ARIMA dan Prophet menggunakan
metode walk-forward validation pada enam tingkat wilayah. Hasil evaluasi
menunjukkan bahwa model GRU memberikan kinerja paling stabil, dengan lima
wilayah berstatus lulus berdasarkan nilai sMAPE di bawah 30% dan satu wilayah
berstatus lulus dengan catatan. Sementara itu, Prophet menunjukkan kinerja paling
rendah dengan nilai sMAPE di atas 100% pada seluruh wilayah akibat ketidaksesuaian
asumsi model terhadap karakteristik data operasional. Secara keseluruhan, sistem
yang dikembangkan mampu membantu pengguna nonteknis memperoleh informasi
analitik dan prediktif secara lebih cepat, mandiri, dan terstruktur untuk mendukung
pengambilan keputusan bisnis internal.
Perpustakaan Digital ITB