digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

PT Ravelware Technology Indonesia merupakan perusahaan start-up yang bergerak di bidang solusi Internet of Things (IoT) dan rekayasa nanomaterial, tetapi perusahaan melihat adanya peluang pasar terkait dengan material graphene. Oleh karena itu, perusahaan melakukan riset untuk menghasilkan metode dan mesin pengolahan limbah plastik dan FABA (fly ash and bottom ash) menjadi material green graphene. Riset yang dilakukan PT Ravelware Technology Indonesia menjadikan perusahaan sebagai produsen green graphene pertama di Indonesia dengan harga pokok penjualan terendah secara global. Perubahan model bisnis ini menuntut adanya peningkatan kapabilitas organisasi serta penyesuaian struktur, sistem, sumber daya manusia, dan budaya kerja agar perusahaan mampu beroperasi secara efektif sebagai perusahaan yang menjalankan lini manufaktur. Oleh karena itu, diperlukan suatu perancangan organisasi sehingga struktur yang dimiliki oleh perusahaan dapat selaras dengan strategi yang menjadi arah pengembangan perusahaan. Metodologi penelitian mengacu pada Model STAR sebagai kerangka besar penelitian yang akan didetailkan lebih lanjut menjadi tahapan sistematis perancagan organisasi. Perancangan organisasi dimulai dengan menentukan tujuan organisasi yang lebih menekankan pada efektivitas dan efisiensi. Setelah itu, dilakukan identifikasi kondisi internal perusahaan dengan menggunakan analisis rantai nilai, serta identifikasi lingkungan eksternal dengan kerangka yang dikembangkan oleh Daft, menghasilkan 7 poin kelebihan, 5 poin kelemahan, 8 poin peluang, serta 6 poin ancaman. Berdasarkan kondisi internal dan eksternal perusahaan, dirumuskan strategi korporasi dan strategi bisnis prioritas PT Ravelware Technology Indonesia dengan menggunakan QSPM yang bobot setiap faktornya dihasilkan menggunakan AHP, menghasilkan strategi intensif sebagai strategi korporasi dan strategi bestvalue sebagai strategi bisnis perusahaan. Selanjutnya, dirumuskan strategi fungsional menggunakan matriks TOWS yang menghasilkan 19 alternatif strategi fungsional yang diagregasikan menjadi 6 strategi fungsional yang relevan dengan kebutuhan perusahaan terkait dengan pengembangan produk graphene. Strategi fungsional selanjutnya dipetakan menjadi kapabilitas organisasi yang dibutuhkan perusahaan atau kriteria desain organisasi, menghasilkan 5 departemen, dan 17 divisi dengan keterangan 6 divisi usulan baru dan 11 divisi aktual perusahaan. Selanjutnya, setiap divisi dipetakan proses bisnis yang relevan dengan kerangka Process Classification Framework cross-industry. Terakhir, ditentukan pihak penanggung jawab dari setiap aktivitas, serta key performance indicators untuk mengontrol setiap aktivitas dapat mendukung ketercapaian strategi perusahaan.