digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Dewi Supryati

Efektivitas layanan telemedisin dari perspektif dokter masih menghadapi tantangan signifikan. Evaluasi efektivitas layanan dari sudut pandang dokter, serta penelitian yang secara khusus mengkaji strategi untuk meningkatkannya, masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi secara empiris model teoretis yang mengelaborasi determinan kualitas sistem telemedisin serta peran praktik berbagi pengetahuan dalam meningkatkan efektivitas layanan. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 182 dokter di Indonesia dan dianalisis menggunakan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian mengidentifikasi tiga determinan signifikan kualitas sistem dari perspektif dokter: kesiapan teknologi, keselarasan sistem dengan proses perawatan, dan literasi telemedisin. Kualitas sistem yang lebih tinggi secara signifikan meningkatkan kualitas interaksi klinis, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap efektivitas layanan. Selanjutnya, kualitas sistem yang baik disertai kapabilitas manajemen pengetahuan dari aplikasi telemedisin terbukti memfasilitasi praktik berbagi pengetahuan antardokter. Praktik ini, melalui pengambilan keputusan berbasis bukti dan latihan terstruktur berbasis tujuan, berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas layanan. Penelitian ini memperluas pemahaman teoretis mengenai mekanisme yang memengaruhi efektivitas telemedisin dari perspektif dokter. Secara praktis, temuan ini memberikan dasar empiris bagi pengembang sistem, penyedia layanan, dan pembuat kebijakan untuk mengoptimalkan platform telemedisin melalui penguatan dimensi teknis, kolaboratif, dan manajerial untuk mendukung optimasi layanan kesehatan digital.