Efektivitas layanan telemedisin dari perspektif dokter masih menghadapi tantangan
signifikan. Evaluasi efektivitas layanan dari sudut pandang dokter, serta penelitian
yang secara khusus mengkaji strategi untuk meningkatkannya, masih relatif
terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi secara empiris
model teoretis yang mengelaborasi determinan kualitas sistem telemedisin serta
peran praktik berbagi pengetahuan dalam meningkatkan efektivitas layanan. Data
dikumpulkan melalui survei terhadap 182 dokter di Indonesia dan dianalisis
menggunakan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling
(PLS-SEM). Hasil penelitian mengidentifikasi tiga determinan signifikan kualitas
sistem dari perspektif dokter: kesiapan teknologi, keselarasan sistem dengan proses
perawatan, dan literasi telemedisin. Kualitas sistem yang lebih tinggi secara
signifikan meningkatkan kualitas interaksi klinis, yang pada akhirnya berdampak
positif terhadap efektivitas layanan. Selanjutnya, kualitas sistem yang baik disertai
kapabilitas manajemen pengetahuan dari aplikasi telemedisin terbukti
memfasilitasi praktik berbagi pengetahuan antardokter. Praktik ini, melalui
pengambilan keputusan berbasis bukti dan latihan terstruktur berbasis tujuan,
berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas layanan. Penelitian ini memperluas
pemahaman teoretis mengenai mekanisme yang memengaruhi efektivitas
telemedisin dari perspektif dokter. Secara praktis, temuan ini memberikan dasar
empiris bagi pengembang sistem, penyedia layanan, dan pembuat kebijakan untuk
mengoptimalkan platform telemedisin melalui penguatan dimensi teknis,
kolaboratif, dan manajerial untuk mendukung optimasi layanan kesehatan digital.
Perpustakaan Digital ITB