digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja masih menjadi permasalahan utama ketenagakerjaan global, dengan 2,93 juta kematian tercatat setiap tahun. Di Indonesia, sistem pelaporan Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja saat ini terfragmentasi dan mengandalkan isian teks bebas yang tidak terstandardisasi, sehingga Kementerian Ketenagakerjaan belum memiliki akses data rutin dan andal untuk pengawasan berbasis bukti. Penelitian menggabungkan pendekatan Business Process Management dengan analisis tematik terhadap wawancara mendalam dua puluh enam informan dari lima kelompok pemangku kepentingan, yang disintesis menjadi tujuh tema dan dua puluh Customer Need. Temuan ini mendasari tiga rancangan utama. Pertama, redesain alur pelaporan dengan dua titik integrasi otomatis antara BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Ketenagakerjaan, yaitu notifikasi dini yang dikirimkan segera setelah verifikasi kepesertaan untuk suatu kasus, dan pengiriman data final untuk seluruh kasus setelah klaim santunan selesai diproses. Kedua, redesain Formulir Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja, mengubah dua belas variabel dari isian bebas menjadi klasifikasi terstandardisasi mengacu Occupational Injury and Illness Classification System dan International Classification of Diseases edisi kesebelas, disertai penambahan variabel klasifikasi bahaya dan variabel klinis yang sebelumnya tidak tersedia. Ketiga, dashboard surveillance berbasis dua puluh tujuh komponen indikator, mencakup indikator kinerja agregat, distribusi faktor risiko, dan lainnya. Rancangan usulan mengeliminasi duplikasi input data pada dua titik pencatatan, yaitu pelaporan awal dan penutupan kasus, serta menghasilkan data terstandardisasi untuk analisis risiko lintas sektor. Validasi kepada narasumber ahli Kementerian Ketenagakerjaan mengonfirmasi kelayakan rancangan tanpa penolakan mendasar.