PERANCANGAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK BESERTA PEMANFAATAN LUMPUR DAN AIR GUNA ULANG DI ZONA 6 KAWASAN DURI KOSAMBI, JAKARTA BARAT - BUKU B: PERANCANGAN SUBSISTEM PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN LUMPUR
Terbatas Maman Ruhiman
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Maman Ruhiman
» Gedung UPT Perpustakaan
Pengelolaan lumpur biologis merupakan bagian penting dalam perancangan IPAL
domestik karena lumpur hasil proses biologis memiliki kadar air tinggi dan
memerlukan pengolahan lanjutan. Tugas akhir ini merancang pengolahan waste
activated sludge (WAS) dari IPAL domestik A2O-MBR Duri Kosambi, Jakarta
Barat menjadi refuse-derived fuel (RDF) untuk pemanfaatan melalui co-processing
industri semen.
Pada kapasitas akhir IPAL 486.379,38 m3/hari, beban padatan yang diolah
mencapai 150.711,09 kg DS/hari dengan debit WAS sekitar 15.037,65 m3/hari.
Sistem terpilih terdiri dari gravity belt thickener (GBT), holding tank, MFP feed
tank, membrane filter press (MFP), heat pump belt dryer, sistem penanganan
produk, dan RDF storage silo.
Proses pengolahan meningkatkan kadar padatan dari sekitar 1% DS menjadi 85%
DS, menghasilkan RDF sebesar 163,39 ton/hari dengan nilai kalor sekitar 12,741
MJ/kg as received. Namun, kualitas RDF masih perlu dikonfirmasi melalui
karakterisasi material aktual, terutama parameter klorin dan merkuri.
Estimasi biaya menunjukkan CAPEX sebesar Rp222,80 miliar dan OPEX Rp58,00
miliar/tahun. Meskipun pendapatan RDF belum mencukupi sebagai usaha
komersial mandiri, analisis ekonomi dengan mempertimbangkan penghematan
biaya transportasi dan pembuangan lumpur menghasilkan NPV Rp1,43 triliun dan
BCR 2,89, sehingga sistem dinilai layak secara ekonomi dalam batas analisis yang
digunakan.
Perpustakaan Digital ITB