digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Justin Lawrance
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Penyelenggaraan ajang lari jarak jauh multi-etape seperti ITB Ultra Marathon (178 km) menghadapi kendala dalam pemantauan posisi pelari secara kontinu dan estimasi waktu kedatangan (Estimated Time of Arrival atau ETA). Sistem pencatatan waktu konvensional berbasis RFID hanya merekam waktu pada titik pemeriksaan diskrit, sementara aplikasi navigasi umum tidak memperhitungkan variasi elevasi rute dan dinamika fisik pelari. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem backend Live Runner Tracking dan modul ETA Prediction yang terukur (scalable), andal, dan beroperasi secara waktu nyata (real-time). Sistem dibangun menggunakan arsitektur event-driven berbasis message broker dan komputasi nirserver (serverless) untuk memisahkan ingesti telemetri dari pemrosesan spasial asinkron. Sistem mengintegrasikan algoritma map snapping untuk koreksi derau GPS, otomatisasi manajemen status perlombaan, serta modul prediksi ETA berbasis model biaya energi metabolik Minetti yang mengantisipasi profil elevasi rute secara adaptif. Hasil evaluasi fungsional menunjukkan pipa pemrosesan data, transisi status pelari, dan klasifikasi spasial berhasil dieksekusi dengan tingkat keberhasilan 100%. Pada evaluasi prediksi ETA di lintasan berbukit ekstrem, model energi metabolik terbukti lebih adaptif dibandingkan pendekatan konvensional berbasis kecepatan rata-rata dengan penurunan Mean Absolute Error (MAE) sebesar 39,4%. Pengujian beban membuktikan arsitektur sistem mampu melakukan penskalaan horizontal otomatis dengan mempertahankan tingkat keberhasilan transaksi sebesar 99,99% pada simulasi beban puncak ribuan pengguna simultan. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan terbukti andal, akurat, dan siap mendukung kebutuhan operasional pemantauan ITB Ultra Marathon dalam skala besar.