Abstrak - Joshua Brilliant Agustha Gunawan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER - Joshua Brilliant Agustha G
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 - Joshua Brilliant Agustha G
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 - Joshua Brilliant Agustha G
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 - Joshua Brilliant Agustha G
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 - Joshua Brilliant Agustha G
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 - Joshua Brilliant Agustha G
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA - Joshua Brilliant Agustha G
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN - Joshua Brilliant Agustha G
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Gas bumi merupakan salah satu sumber energi penting dalam mendukung kebutuhan industri dan transisi energi di Indonesia. Pertumbuhan kawasan industri di koridor Semarang–Solo–Yogyakarta mendorong perlunya infrastruktur transmisi gas yang andal, aman, dan efisien. Tugas sarjana ini membahas perancangan awal sistem perpipaan onshore transmisi gas bumi dari Semarang menuju Solo dan Yogyakarta melalui jalur sepanjang koridor jalan tol Semarang–Solo. Perancangan dilakukan untuk menentukan konfigurasi diameter, material, tebal pipa, analisis hidrolik, tegangan, perlindungan korosi, serta estimasi kebutuhan kompresi dan biaya awal sistem.
Metode perancangan diawali dengan pemilihan rute menggunakan Google Earth Pro dan analisis spasial class location menggunakan QGIS berdasarkan ASME B31.8. Analisis hidrolik dilakukan untuk mengevaluasi kecepatan aliran dan pressure drop pada beberapa alternatif diameter pipa. Selanjutnya, penentuan tebal dan material pipa dilakukan berdasarkan ASME B31.8 dan API 5L. Analisis tegangan dilakukan untuk memastikan keamanan pipa terhadap beban internal, beban tanah, dan beban hidup pada area persilangan jalan maupun rel kereta. Perlindungan korosi dianalisis melalui pemilihan coating dan desain proteksi katodik arus tanding.
Hasil perancangan menunjukkan bahwa diameter nominal yang dipilih adalah NPS 12 untuk segmen Semarang–percabangan dan NPS 10 untuk segmen percabangan–Solo serta percabangan–Yogyakarta. Material pipa yang digunakan adalah API 5L Grade X42 dengan tebal 8,38 mm untuk class location 1 dan 2, 10,31 mm untuk class location 3, 12,7 mm untuk class location 4, serta 3,40 mm untuk segmen cabang. Pressure drop pada segmen Semarang, Solo, dan Yogyakarta masing-masing sebesar 155 psig, 29 psig, dan 45 psig, sehingga sistem tidak memerlukan kompresor tambahan. Seluruh hasil analisis tegangan memenuhi kriteria ASME B31.8 dan API RP 1102. Sistem perlindungan korosi menggunakan coating 3LPE dan proteksi katodik arus tanding dengan kebutuhan arus total 212,41 A. Estimasi biaya investasi awal rancangan akhir adalah sebesar Rp618,944 miliar, dengan OPEX tahun pertama sebesar Rp27,07 miliar. Secara keseluruhan, rancangan akhir memenuhi kriteria teknis dan lebih ekonomis dibandingkan opsi diameter lainnya.
Perpustakaan Digital ITB