digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pertumbuhan pesat pasar fashion second-hand di Indonesia, yang didorong oleh prinsip circular economy dan kesadaran keberlanjutan Generasi Z, diiringi oleh tingkat ketidakpastian konsumen yang tinggi yang melekat pada platform e-commerce Consumer-to-Consumer (C2C). Berbeda dengan ritel konvensional, transaksi fashion second-hand di platform C2C tidak memiliki kontrol kualitas yang terstandardisasi, sehingga menjadikan kepercayaan konsumen (consumer trust) sebagai elemen esensial yang menjembatani stimulus platform dengan perilaku pembelian. Penelitian ini mengkaji pengaruh E-Servicescape dan Product Information Quality (PIQ) terhadap Purchase Intention, dengan Consumer Trust diposisikan sebagai variabel mediasi, dalam kerangka teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R). Pendekatan kuantitatif digunakan dengan mengumpulkan data dari responden Generasi Z dan Milenial yang pernah mengakses atau bertransaksi di platform fashion second-hand C2C, seperti Carousell, Preloved, Findit dan platform serupa lainnya, dalam enam bulan terakhir. Data diolah menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Servicescape dan PIQ sama-sama memberikan pengaruh positif terhadap Consumer Trust, dengan PIQ muncul sebagai kontributor terkuat dalam pembentukan trust. E-Servicescape juga ditemukan memberikan pengaruh langsung terhadap Purchase Intention, sementara PIQ tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Consumer Trust, di sisi lain, terbukti menjadi prediktor terkuat secara keseluruhan terhadap Purchase Intention dalam model penelitian ini. Analisis mediasi lebih lanjut mengungkapkan bahwa Consumer Trust secara parsial memediasi hubungan antara E-Servicescape dan Purchase Intention, sementara secara penuh (full mediation) memediasi hubungan antara PIQ dan Purchase Intention. Temuan ini mengonfirmasi bahwa trust berfungsi sebagai jembatan psikologis yang krusial dalam pasar C2C yang penuh ketidakpastian, memberikan kontribusi teoretis terhadap posisi trust dalam kerangka S-O-R serta implikasi praktis bagi pengelola platform dan penjual individu yang ingin memperkuat kepercayaan konsumen dalam transaksi fashion second-hand. Kata Kunci : E-Servicescape, Product Information Quality, Consumer Trust, Purchase Intention, Fashion Second-Hand