digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2026 SK PP Muhammad Rizqi Alghifary 19023046 - Fulltext
EMBARGO  2029-09-21 

Media sosial profesional seperti LinkedIn telah mengubah peran HR professional dari sekadar staf administratif menjadi komunikator organisasi yang aktif membentuk persepsi calon karyawan terhadap perusahaan. Fenomena ini menjadi semakin relevan bagi Generasi Z, kelompok pencari kerja yang sangat menjunjung tinggi otentisitas dan transparansi sebelum memutuskan untuk mempercayai sebuah organisasi. Namun demikian, penelitian mengenai employer branding masih didominasi oleh perspektif komunikasi organisasi secara umum, sementara peran HR profesional sebagai komunikator individu, khususnya pengaruh senioritas mereka, belum banyak diuji secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi kepemimpinan HR di LinkedIn terhadap kepercayaan pemberi kerja, serta menguji pengaruh langsung dan peran moderasi dari persepsi pentingnya senioritas HR pada Generasi Z pencari kerja di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan studi kualitatif pendahuluan (wawancara dan observasi profil LinkedIn HR professional) yang digunakan untuk mengkaji fenomena dan menggali variabel-variabel penelitian secara kontekstual. Data kuantitatif dikumpulkan melalui survei daring terhadap responden Generasi Z aktif pengguna LinkedIn dengan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling dengan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi kepemimpinan HR berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan pemberi kerja, sementara persepsi pentingnya senioritas HR tidak menunjukkan pengaruh signifikan baik secara langsung maupun sebagai moderator dalam hubungan antara komunikasi kepemimpinan HR dan kepercayaan calon pemberi kerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa Generasi Z lebih mempercayai kualitas komunikasi HR professional dibandingkan persepsi tingkat senioritasnya, sehingga penelitian ini mengusulkan Cue Displacement Model of Trust in Prospective Employers oleh penulis sebagai model baru untuk menjelaskan pola tersebut. Implikasinya, organisasi disarankan untuk berinvestasi pada kompetensi komunikasi HR professional di seluruh level jabatan, bukan hanya mengandalkan senioritas untuk membangun kepercayaan calon karyawan di LinkedIn. Kata Kunci: Komunikasi Kepemimpinan HR, Kepercayaan Pemberi Kerja, Persepsi Pentingnya Senioritas HR, Generasi Z, LinkedIn.