Tanah laterit Sulawesi menyimpan nikel (Ni) dan skandium (Sc) dalam jumlah
besar, tetapi kedua logam tersebut terikat kuat pada matriks oksihidroksida besi
sehingga ketersediaannya bagi tanaman sangat rendah. Penelitian ini mengevaluasi
efektivitas asam organik biodegradable, yaitu asam sitrat dan vinasse, dalam
meningkatkan ko-akumulasi Ni dan Sc oleh Celosia argentea melalui assisted
phytoextraction. Empat perlakuan diterapkan, yaitu kontrol (C0), asam sitrat 0,5 g/kg
(V1), vinasse 16 mL/kg (V2), dan kombinasi keduanya (V3), pada media tanah laterit
zona limonit selama delapan minggu. Media awal bersifat agak masam (pH 6,47),
sangat miskin hara (N-total 0,056%), dan didominasi Fe2O3 sebesar 71,5%, dengan Ni
total 8.522,374 mg/kg dan Sc total 58,971 mg/kg, tetapi hanya 5,1% Ni berada pada
fraksi labil. Asam sitrat meningkatkan fraksi Ni terpertukarkan dari 92,14 menjadi
1.447,64 mg/kg (15,7 kali lipat), menghasilkan akumulasi Ni jaringan tertinggi (370,12
mg/kg) serta faktor translokasi tertinggi untuk kedua logam (TF Ni 0,709 dan TF Sc
0,436), dengan potensi fitoekstraksi 35,600 g Ni/ha atau 64,5% lebih tinggi daripada
kontrol. Sebaliknya, vinasse menurunkan fraksi terpertukarkan menjadi 36,39 mg/kg
serta menekan akumulasi logam sekaligus biomassa. Seluruh nilai BCF (0,021–0,062)
dan TF (0,173–0,709) berada di bawah satu, sedangkan pemulihan neraca massa
mencapai 96,97–99,44% untuk Ni dan 97,59–99,02% untuk Sc yang menunjukkan
tidak terjadi pelindian berarti. Asam sitrat terbukti paling efektif, tetapi bersifat selektif
terhadap Ni.
Perpustakaan Digital ITB