digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Restorasi lahan gambut di Indonesia merupakan salah satu Nature-Based Solution yang penting untuk mendukung pencapaian target FOLU Net Sink 2030. Namun, kelayakan finansial proyek restorasi gambut dipengaruhi oleh ketidakpastian biofisik, terutama perubahan muka air tanah (groundwater level/GWL) yang menentukan volume kredit karbon, serta ketidakpastian finansial seperti harga karbon, biaya operasional, dan skema bagi hasil pemerintah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model valuasi dinamis berbasis System Dynamics yang mengintegrasikan dinamika biofisik dan kinerja finansial proyek dengan studi kasus Proyek Restorasi dan Konservasi Gambut Katingan (VCS 1477) di Kalimantan Tengah. Model dikembangkan melalui penyusunan Causal Loop Diagram dan Stock-and-Flow Diagram, kemudian disimulasikan secara deterministik menggunakan Vensim untuk periode 2010–2070. Analisis difokuskan pada komponen Wetland Rewetting and Conservation seluas 9.299 ha melalui skenario pengelolaan hidrologi, harga karbon, biaya operasional, dan bagi hasil pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh skenario menghasilkan NPV positif, namun dengan tingkat kinerja yang berbeda secara signifikan. Di antara skenario pengelolaan hidrologi, skenario Baseline menghasilkan NPV tertinggi dan waktu pengembalian modal tercepat, sedangkan Minimal Investment menghasilkan NPV terendah dengan waktu balik modal terlama. Pada analisis sensitivitas keuangan, harga karbon menjadi faktor yang paling memengaruhi NPV, diikuti oleh skema bagi hasil pemerintah, sedangkan OPEX memberikan pengaruh paling kecil. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi pengelolaan hidrologi memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan sebagian besar parameter finansial, sehingga integrasi dinamika biofisik dalam valuasi finansial diperlukan untuk menilai risiko dan kelayakan investasi restorasi gambut tropis secara lebih komprehensif. Keywords: Pembiayaan karbon, ekohidrologi, pemodelan simulasi, solusi iklim berbasis alam.