Restorasi lahan gambut di Indonesia merupakan salah satu Nature-Based Solution
yang penting untuk mendukung pencapaian target FOLU Net Sink 2030. Namun,
kelayakan finansial proyek restorasi gambut dipengaruhi oleh ketidakpastian
biofisik, terutama perubahan muka air tanah (groundwater level/GWL) yang
menentukan volume kredit karbon, serta ketidakpastian finansial seperti harga
karbon, biaya operasional, dan skema bagi hasil pemerintah. Penelitian ini
bertujuan mengembangkan model valuasi dinamis berbasis System Dynamics yang
mengintegrasikan dinamika biofisik dan kinerja finansial proyek dengan studi
kasus Proyek Restorasi dan Konservasi Gambut Katingan (VCS 1477) di
Kalimantan Tengah. Model dikembangkan melalui penyusunan Causal Loop
Diagram dan Stock-and-Flow Diagram, kemudian disimulasikan secara
deterministik menggunakan Vensim untuk periode 2010–2070. Analisis difokuskan
pada komponen Wetland Rewetting and Conservation seluas 9.299 ha melalui
skenario pengelolaan hidrologi, harga karbon, biaya operasional, dan bagi hasil
pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh skenario menghasilkan
NPV positif, namun dengan tingkat kinerja yang berbeda secara signifikan. Di
antara skenario pengelolaan hidrologi, skenario Baseline menghasilkan NPV
tertinggi dan waktu pengembalian modal tercepat, sedangkan Minimal Investment
menghasilkan NPV terendah dengan waktu balik modal terlama. Pada analisis
sensitivitas keuangan, harga karbon menjadi faktor yang paling memengaruhi
NPV, diikuti oleh skema bagi hasil pemerintah, sedangkan OPEX memberikan
pengaruh paling kecil. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi pengelolaan
hidrologi memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan sebagian besar
parameter finansial, sehingga integrasi dinamika biofisik dalam valuasi finansial
diperlukan untuk menilai risiko dan kelayakan investasi restorasi gambut tropis
secara lebih komprehensif.
Keywords: Pembiayaan karbon, ekohidrologi, pemodelan simulasi, solusi iklim
berbasis alam.
Perpustakaan Digital ITB