digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Nadine Dzaalika
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Perkembangan aktivitas industri yang pesat meningkatkan pencemaran lingkungan melalui pelepasan limbah logam berat. Limbah industri tekstil di Kabupaten Bandung menjadi salah satu sumber pencemar Cd dengan konsentrasi yang melampaui baku mutu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan fitoremediasi bibit Dendrocalamus asper berdasarkan kemampuan translokasi dan bioakumulasi, serta efisiensi prosesnya. Dianalisis pula keberlangsungan hidup serta pertumbuhan bibit dan kandungan klorofil daun selama 90 hari. Penggunaan alat XRF untuk menganalisis Cd yang terserap serta unsur pembentuk klorofil (Mg, Mn, dan Fe). Hasil data kemampuan fitoremediasi diuji dengan korelasi Spearman, keberlangsungan hidup dihitung dengan survival rate, lalu regresi logistik, serta pertumbuhan bibit dan kandungan klorofil daun menggunakan 2-way ANOVA, lalu uji lanjut Tukey. Didapatkan bibit D. asper mampu menyerap Cd sebesar 62,71% dan 83,24% pada masing-masing 1,2 mg/L dan 2,4 mg/L Cd, akumulasi tertinggi pada daun (57,66%) dan akar (50,99%). Nilai TF > 1 dan BCF < 1 mengindikasikan D. asper belum tergolong hiperakumulator, namun baik dalam mereduksi kandungan Cd tanah. Kedua jenis bibit toleran hingga 2,4 mg/L Cd, survival rate bibit kultur jaringan 100% dan kondisi kesehatan lebih baik daripada bibit stek batang, sehingga dianjurkan untuk praktik fitoremediasi selanjutnya. Konsentrasi Cd yang diberikan masih di bawah batas toleran bibit D. asper dengan tidak terganggunya pertumbuhan bibit maupun kandungan klorofil daunnya. Hal ini terlihat pula dari belum adanya hambatan dalam penyerapan unsur pembentuk klorofil, yaitu Mg, Mn, dan Fe. Hasil penelitian ini diharapkan dapat diimplementasikan sebagai solusi terhadap pencemaran lingkungan oleh logam berat.