Neptunus adalah planet terjauh dari Tata Surya dan menyimpan informasi penting
tentang karakteristik atmosfer planet yang belum sepenuhnya dipahami oleh para
astronom. Kajian atmosfer planet Neptunus tidak hanya penting untuk menjelaskan
kondisi lingkungan di sekitar Neptunus, namun juga menjadi dasar pemahaman
untuk atmosfer eksoplanet bertipeNeptune-like. Penelitian ini berfokus pada analisis
karbon monoksida (CO) dan asam sianida (HCN) yang ada pada atmosfer Neptunus.
Tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk menentukan kelimpahan vertikal kedua
molekul tersebut serta menunjukkan perbandingan rasio 12C/13C menggunakan data
public domain observasi Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA)
dari rentang tahun 2011–2022. Terdapat delapan data ALMA yang terseleksi
dari data-data yang ada. Data tersebut dikalibrasi dan dibersihkan (cleaning)
menggunakan aplikasi Common Astronomy Software Application (CASA) serta
dianalisis kelimpahan vertikalnya menggunakan mode retrieval dari program Planetary
Spectrum Generator (PSG) yang didasarkan pada metode Optimal Estimation
(OE) Rodgers (2000). Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah kelimpahan
molekul CO yang besarnya ...±... hingga ...±... serta nilai kelimpahan molekul
HCN yang besarnya ...±... hingga ...±.... Hasil tersebut sesuai dengan temuan dari
penelitian-penelitian sebelumnya dengan galat maksimum adalah ...%. Terdapat
temuan isotopolog CO yaitu molekul 13CO (3–2) pada proyek 2015.1.01471.S
dengan kelimpahan sebesar ...±.... Hasil tersebut menunjukkan perbandingan rasio
kelimpahan 12C/13C sebesar ...±.... Analisis data-data berikut memperkuat hipotesis
asal-muasal molekul CO yang berasal dari sumber internal dan eksternal, atau dual
origin, yang diajukan pertama kali oleh Lellouch dkk. (2005) dan sumber eksternal
dari molekul HCN. Penelitian ini juga mengonfirmasi penemuan rasio isotop dari
12C/13C yang sudah dilaporkan oleh Moreno dkk. (2019).
Perpustakaan Digital ITB