Pengelolaan tata ruang laut dan sumber daya pesisir yang dinamis memerlukan
instrumen pemantauan spasiotemporal yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan
mengembangkan sistem WebGIS interaktif bagi perairan Kalimantan Tengah yang
mengintegrasikan pemantauan oseanografi near real-time dan forecasting hingga
sepuluh hari ke depan dengan tiga modul analitik utama, yakni indeks kesesuaian
Keramba Jaring Apung (KJA), pemetaan Daerah Penangkapan Ikan (DPI) pelagis,
dan sistem peringatan dini Marine Heatwave (MHW). Sistem dibangun
menggunakan pola Arsitektur Hibrida (Hybrid Compute-Delivery) yang
memisahkan beban komputasi tingkat tinggi pada peladen backend (Python,
FastAPI, Xarray) dari proses penyajian antarmuka di frontend (Leaflet.js), dengan
sumber data utama CMEMS, ECMWF, BIG-BATNAS. Hasil analisis spasial
menunjukkan bahwa luas perairan dengan tingkat kesesuaian sangat sesuai (S1)
untuk budidaya KJA mencapai 1.143.357 Ha bagi komoditas lobster dan 876.743
Ha bagi kerapu, dengan faktor pembatas utama berupa penurunan salinitas akibat
river runoff, kedalaman, dan kecepatan arus. Pemetaan DPI komoditas Tuna
Tongkol-Cakalang (TTC) mengidentifikasi zona potensi tinggi (S1) seluas
1.514.504 Ha di perairan lepas pantai tanpa terdeteksinya zona potensi rendah (S3),
mengindikasikan bahwa seluruh domain perairan kajian memiliki potensi tangkap
minimal sedang. Analisis klimatologis 30 tahun (1993-2025) mendeteksi akumulasi
kejadian MHW yang terpusat di perairan lepas pantai pada kisaran 869-1.584 hari,
jauh melampaui intensitas kejadian Marine Cold Spell (MCS) pada kisaran 733
1.046 hari. Pengujian kepada 22 pemangku kepentingan kelautan menunjukkan
tingkat kepuasan tinggi dengan skor 4,70/5,00. Fitur penumpangsusunan (overlay)
dinamika metocean dengan batas legal zonasi (RZWP-3-K) terbukti esensial dalam
memitigasi tumpang tindih pemanfaatan ruang. Secara komprehensif, WebGIS ini
berhasil dirancang sebagai instrumen inovatif pendukung keputusan tata ruang laut
di Kalimantan Tengah.
Perpustakaan Digital ITB