digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Inayatul Inayah
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

Perubahan iklim global berdampak pada ketidakstabilan pola curah hujan yang secara langsung memengaruhi produktivitas ubi Cilembu (Ipomoea batatas), komoditas hortikultura lokal unggulan Kabupaten Sumedang. Curah hujan berpengaruh nyata terhadap produktivitas ubi jalar, sementara perubahan pola curah hujan dapat mengurangi produktivitas tanaman umbi yang sangat sensitif terhadap kekeringan dan suhu tinggi. Pada musim kemarau, keterbatasan ketersediaan air menyebabkan peningkatan stres air pada tanaman sebagai konsekuensi utama degradasi tanah dan berkurangnya ketersediaan nutrisi, sementara musim penghujan berpotensi menimbulkan genangan dan penyakit busuk akar. Kondisi ini menunjukkan perlunya sistem pengendalian parameter fisis lingkungan yang presisi dan adaptif. Penelitian ini mengembangkan sistem pertanian presisi yang mengintegrasikan pemantauan lingkungan dan tanah secara waktu nyata, sistem irigasi tetes dan optimasi fertigasi berbasis IoT untuk budidaya ubi Cilembu di lahan terbuka. Parameter yang dipantau mencakup parameter tak terkendali (suhu udara, kelembapan udara, intensitas cahaya) dan parameter terkendali (kelembapan tanah, kandungan NPK, volume air irigasi, dan dosis pupuk), menggunakan sensor berdaya rendah bertenaga panel surya dengan transmisi data nirkabel jarak jauh ke server. Sistem irigasi tetes berbasis IoT menggunakan pendekatan daya serap tanah sebagai alternatif metode evapotranspirasi, terbukti menghemat penggunaan air hingga 65% dan meningkatkan produktivitas 45% dibandingkan metode sprinkler konvensional. Dari empat variasi dosis fertigasi (3, 6, 9, 12 g/bibit) dan dua frekuensi aplikasi, kombinasi dosis 6 g/bibit dengan frekuensi dua mingguan menghasilkan produktivitas tertinggi dengan efisiensi pupuk meningkat lebih dari 50% dibandingkan metode konvensional. Sistem yang dibangun terbukti mampu merepresentasikan dinamika sistem pertanian ubi Cilembu secara adaptif sebagai dasar pengambilan keputusan pengelolaan budidaya berbasis data.