digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Peralihan Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) menjadi Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) Institut Teknologi Bandung membuat cakupan layanan yang dikelola menjadi lebih luas dan beragam. Sayangnya, perluasan ini belum diimbangi oleh sistem manajemen yang memadai. Proses komersialisasi hasil riset melalui skema spin-off masih belum terstandardisasi, penentuan komposisi tenant belum mempertimbangkan kebutuhan pengguna, kapasitas ruang, dan aspek finansial secara bersamaan, sementara pengetahuan organisasi masih tersebar di berbagai media dan individu. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kapabilitas sistem manajemen DKST ITB melalui tiga rancangan, yaitu proses bisnis komersialisasi hasil riset, komposisi tenant dan kebutuhan fasilitas yang optimal, serta Knowledge Management System (KMS). Perancangan proses bisnis dilakukan menggunakan pendekatan Business Process Management yang mencakup tahap process identification, process discovery, process analysis, dan process redesign. Penentuan komposisi tenant menggunakan pendekatan sequential exploratory mixed methods, yang diawali dengan wawancara untuk memperoleh voice of customer, kemudian pembangunan model linear programming menggunakan algoritma Python untuk memaksimalkan pendapatan penyewaan lantai 7, 9, dan 10 IIP Bandung Technopolis pada tiga skenario harga. Perancangan KMS menggunakan adaptasi 10-Step Knowledge Management Roadmap melalui analisis proses bisnis dan infrastruktur aktual, identifikasi aset pengetahuan, perancangan blueprint, serta pengembangan prototipe. Hasil penelitian menghasilkan pemodelan proses bisnis jalur komersialisasi, rancangan proses komersialisasi yang dilengkapi dengan mekanisme asesmen, dan pembagian peran yang lebih jelas. Model optimasi menghasilkan komposisi empat kategori tenant pada setiap lantai dengan pendapatan sebesar Rp 235.075.000 pada skenario pesimistis, Rp 527.712.500 pada skenario realistis, dan Rp 820.350.000 pada skenario optimistis. Selain itu, prototipe KMS mengintegrasikan repositori pengetahuan, direktori pengetahuan, dan platform kolaborasi untuk mendukung layanan DKST ITB .Ketiga rancangan tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam satu platform website DKST ITB melalui halaman Spin-off, Fasilitas, dan KMS. Integrasi ini diharapkan dapat membantu menstandarkan proses komersialisasi, meningkatkan pemanfaatan ruang dan potensi pendapatan, serta mendukung pengelolaan pengetahuan yang lebih terstruktur bagi DKST ITB.