Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang disebabkan oleh
gangguan pada sistem regulasi insulin. Salah satu biomarker yang biasanya
digunakan sebagai gold standar diagnosis DM adalah hemoglobin A1c (HbA1c).
Hal ini disebabkan karena HbA1c dapat menggambarkan kondisi glikemik
seseorang dalam 2-3 bulan terakhir. Pemeriksaan HbA1c umumnya dilakukan
menggunakan metode berbasis laboratorium, seperti high-performance liquid
chromatography (HPLC), yang membutuhkan peralatan khusus dan biaya relatif
tinggi sehingga penerapannya sebagai point of care testing (POCT). Oleh karena
itu, diperlukan metode pemeriksaan HbA1c yang cepat, murah, dan sederhana.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi strip lateral flow
immunoassay (LFIA) berbasis fluoresensi untuk mendeteksi HbA1c secara
kuantitatif. Strip dikembangkan menggunakan green latex fluorescent
microspheres yang dikonjugasi dengan antibodi anti-HbA1c sebagai label
fluoresen. Beberapa parameter dioptimasi meliputi buffer, konjugat, pengenceran
sampel, dan kondisi pembacaan strip. Kuantifikasi dilakukan menggunakan sistem
pembacaan berbasis kamera melalui analisis intensitas fluoresensi pada garis uji
dan kontrol, yang dinyatakan sebagai rasio T/C. Performa strip kemudian dievaluasi
berdasarkan linearitas dan coefficient of variation (CV), serta dibandingkan dengan
hasil pengukuran menggunakan produk komersial Wondfo. Hasil pengujian
menunjukkan bahwa strip memiliki rentang pengukuran HbA1c sebesar 4,7%-
12,3%, dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,632 dan CV 13,7-85,3%.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa strip yang dikembangkan telah mampu
menghasilkan respons fluoresensi terhadap variasi kadar HbA1c, tetapi linearitas
dan konsistensi hasil pengukuran masih belum optimal dibandingkan dengan
produk komersial dan penelitan terdahulu. Oleh karena itu, diperlukan optimasi
lebih lanjut terhadap komponen strip dan kondisi pengujian untuk meningkatkan
performa analitik sistem dalam pengukuran HbA1c.
Perpustakaan Digital ITB