digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Indonesia merupakan negara dengan jumlah startup terbanyak di asia Tenggara. Untuk mendukung pertumbuhan startup, dibutuhkan dukungan finansial agar produk dapat diproduksi dan dipasarkan, semantara keterbatasan modal kerap menjadi alasan kegagalan bisnis startup. Startup umumnya menjalankan dua model bisnis, yaitu Business-to-Business (B2B) dan Business-to-Customer (B2C). Pada model B2B, pendanaan dapat diperoleh melalui pendanaan sendiri, pinjaman bank, pembayaran di muka, modal ventura, serta kombinasinya. Sedangkan pada model B2C, penjualan produk dilakukan melalui e-commerce, pendanaan hanya dapat diperoleh melalui pinjaman bank dan modal ventura. Penelitian ini bertujuan menentukan skema pendanaan yang memaksimalkan keuntungan startup di bawah ketidakpastian hasil produksi dan permintaan pasar, dengan studi kasus pada Startup X. Keputusan pendanaan startup bersifat berurutan dan saling bergantung dengan mitra transaksinya, di mana satu pihak menetapkan keputusan terlebih dahulu dan pihak lain meresponsnya. Oleh karena itu, permasalahan dimodelkan menggunakan pendekatan game Stackelberg. Pada model B2B, startup akan memberikan respon berupa kuantitas produksi berdasarkan keputusan harga grosir yang ditetapkan perusahaan, sedangkan pada model B2C startup berperan sebagai pemimpin yang bergerak terlebih dahulu untuk menetapkan harga grosir kepada pemasok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada model B2B, pembayaran di muka memberikan keuntungan tertinggi karena tidak membebankan diskon sehingga kuantitas produksi tetap tinggi, dan kombinasinya dengan pinjaman bank lebih menguntungkan dibandingkan pinjaman bank tunggal. Pada model B2C, pinjaman bank merupakan skema pendanaan dengan keuntungan tertinggi, tetapi dapat menurunkan harga grosir sehingga kuantitas produksi pemasok ikut menurun. Meskipun modal ventura memberikan keuntungan terendah akibat pembagian dividen, skema ini menutup kekurangan modal dalam jumlah besar. Temuan ini dapat menjadi pedoman bagi startup dalam memilih skema pendanaan yang sesuai dengan model bisnis dan kondisi permodalannya.