Abstrak
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
PT X adalah perusahaan manufaktur otomotif yang menerapkan sistem Just-In-Time,
sehingga keterlambatan kedatangan komponen impor melalui jalur laut berpotensi
menghentikan lini produksi dan memicu kebutuhan Critical Part Order (CPO) melalui
kargo udara berbiaya tinggi. Penelitian ini mengidentifikasi dua kesenjangan eksekusi
pada proses pengadaan impor: (1) belum tersedianya alat prediksi keterlambatan berbasis
data historis untuk penetapan parameter shipping delay, dan (2) belum tersedianya alat
pendukung keputusan berbasis sinyal dini berita untuk justifikasi CPO preventif.
Untuk menjawab kedua permasalahan tersebut, dikembangkan prototipe alat pendukung
keputusan dua modul menggunakan metodologi CRISP-DM. Modul 1 membangun
model prediksi keterlambatan pengiriman berbasis machine learning pada 420 data
historis pengiriman dari delapan rute menuju Tanjung Priok (periode Juni 2023 sampai
Mei 2024). Lima model kandidat dievaluasi menggunakan time-series cross-validation
dengan embargo terhadap baseline statistik Weighted Historical Average (WHA). Modul
2 mengadaptasi konsep Contributing Event-based Risk Identification and Assessment
(CERIA) untuk merancang pipeline analisis berita maritim berbasis Large Language
Model (LLM) dengan GPT-4o-mini yang menghasilkan informasi risiko terstruktur dan
dapat ditelusuri.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model ExtraTrees menghasilkan Mean Absolute
Error (MAE) 1,588 hari, yaitu perbaikan sebesar 35,5% dibandingkan baseline WHA
(MAE 2,462 hari), dan perbedaan tersebut signifikan secara statistik (Wilcoxon p =
0,006; Friedman p < 0,001). Pipeline Modul 2 menghasilkan 25 risk events terstruktur
dari 10 artikel unik yang memuat komponen audit utama berupa sumber, event, risk
level, rute terdampak, dan reasoning. Backtesting timeliness pada skenario Red Sea
Crisis menunjukkan sinyal berita tersedia 68 hari sebelum spike keterlambatan pertama
teramati (first spike arrival 24 Januari 2024), dengan actionable window +29 hari
terhadap decision proxy pemesanan. Integrasi kedua modul dirancang sebagai kerangka
pelaporan yang menyatukan prediksi keterlambatan internal dengan evidence risiko
eksternal untuk mendukung keputusan CPO dan penetapan parameter shipping delay
secara lebih transparan dan dapat diaudit.
Perpustakaan Digital ITB