Ekonomi kreatif dengan sub sektor fashion memiliki kontribusi tinggi terhadap nilai
ekspor dan diproyeksikan akan terus tumbuh. Namun, kondisi UMKM fashion
menunjukkan rendahnya daya saing yang berkaitan erat dengan keberhasilan proses
bisnis sebagai faktor penentu keunggulan kompetitif. UMKM berada dalam tekanan
tuntuan stakeholder kunci dan keterbatasan sumber daya yang membuat UMKM sulit
merespon secara optimal. Tekanan tersebut memicu berbagai risiko operasional yang
dapat mengganggu kelancaran aktivitas usaha. Tujuan penelitian ini adalah
mengembangkan model perumusan strategi mitigasi risiko operasional berdasarkan
tahap pertumbuhan organisasi dan proses bisnis UMKM dengan mempertimbangkan
persepsi risiko operasional, struktur dependensi antara organisasi dan stakeholder
kunci, dan ketersediaan dukungan slack resource.
Penelitian dilakukan dengan melakukan eksplorasi pada dua perusahaan fashion.
Metode yang digunakan adalah studi kasus historis dengan pengumpulan data melalui
wawancara semi-terstruktur, dokumen pendukung, dan observasi lapangan. Data
tersebut diolah melalui metode analisis tematik dan pemetaan terhadap risiko
operasional, struktur dependensi, dan ketersediaan slack resource sebagai dasar
perumusan strategi mitigasi risiko operasional. Kemudian dilakukan cross-case
analysis pada masing-masing tahap pertumbuhan organisasi dan variabel pengukuran.
Berdasarkan hasil studi kasus, ditemukan bahwa objek yang dikaji telah melewati
tahap pertumbuhan entrepreneurial, growth, expansion, dan, collaboration. Variasi
risiko operasional berbeda antar organisasi seiring dengan kompleksitas proses bisnis
di sepanjang tahap pertumbuhan organisasi. Perumusan strategi mitigasi risiko
operasional cenderung bersifat dinamis di tiap tahap pertumbuhan organisasi. Di tahap
entrepreneurial pola mitigasi risiko operasional bersifat selektif dan pasif. Mulai di
tahap growth-collaboration, pola strategi mitigasi risiko operasional mengarah pada
pendekatan relasional dan exploit. Selanjutnya, strategi proaktif hanya ada di tahap
entrepreneurial dan collaboration, strategi reaktif cenderung ada di semua tahap
pertumbuhan organisasi, dan strategi pasif hanya ada di tahap entrepreneurial.
Perpustakaan Digital ITB