digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Nurcahyati
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Ekonomi kreatif dengan sub sektor fashion memiliki kontribusi tinggi terhadap nilai ekspor dan diproyeksikan akan terus tumbuh. Namun, kondisi UMKM fashion menunjukkan rendahnya daya saing yang berkaitan erat dengan keberhasilan proses bisnis sebagai faktor penentu keunggulan kompetitif. UMKM berada dalam tekanan tuntuan stakeholder kunci dan keterbatasan sumber daya yang membuat UMKM sulit merespon secara optimal. Tekanan tersebut memicu berbagai risiko operasional yang dapat mengganggu kelancaran aktivitas usaha. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model perumusan strategi mitigasi risiko operasional berdasarkan tahap pertumbuhan organisasi dan proses bisnis UMKM dengan mempertimbangkan persepsi risiko operasional, struktur dependensi antara organisasi dan stakeholder kunci, dan ketersediaan dukungan slack resource. Penelitian dilakukan dengan melakukan eksplorasi pada dua perusahaan fashion. Metode yang digunakan adalah studi kasus historis dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, dokumen pendukung, dan observasi lapangan. Data tersebut diolah melalui metode analisis tematik dan pemetaan terhadap risiko operasional, struktur dependensi, dan ketersediaan slack resource sebagai dasar perumusan strategi mitigasi risiko operasional. Kemudian dilakukan cross-case analysis pada masing-masing tahap pertumbuhan organisasi dan variabel pengukuran. Berdasarkan hasil studi kasus, ditemukan bahwa objek yang dikaji telah melewati tahap pertumbuhan entrepreneurial, growth, expansion, dan, collaboration. Variasi risiko operasional berbeda antar organisasi seiring dengan kompleksitas proses bisnis di sepanjang tahap pertumbuhan organisasi. Perumusan strategi mitigasi risiko operasional cenderung bersifat dinamis di tiap tahap pertumbuhan organisasi. Di tahap entrepreneurial pola mitigasi risiko operasional bersifat selektif dan pasif. Mulai di tahap growth-collaboration, pola strategi mitigasi risiko operasional mengarah pada pendekatan relasional dan exploit. Selanjutnya, strategi proaktif hanya ada di tahap entrepreneurial dan collaboration, strategi reaktif cenderung ada di semua tahap pertumbuhan organisasi, dan strategi pasif hanya ada di tahap entrepreneurial.