Pemilihan penerima bantuan pupuk bagi petani perkebunan masih menghadapi berbagai permasalahan, khususnya terkait subjektivitas pengambilan keputusan, dominasi pendekatan administratif, serta belum terintegrasinya sistem evaluasi yang mampu merepresentasikan hubungan multidimensional antar faktor penentu efektivitas bantuan. Oleh karena itu, diperlukan model pengambilan keputusan yang lebih objektif, sistematis, dan berbasis data.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pengambilan keputusan multi-kriteria untuk pemilihan penerima bantuan, dengan studi kasus pada bantuan pupuk bagi petani perkebunan tembakau di Provinsi Jawa Barat. Model yang dikembangkan mengintegrasikan metode Delphi, DEMATEL (Decision Making Trial and Evaluation Laboratory), dan EDAS (Evaluation based on Distance from Average Solution). Delphi digunakan untuk memvalidasi struktur kriteria melalui konsensus pakar, DEMATEL digunakan untuk menganalisis hubungan sebab-akibat serta tingkat pengaruh antar supporting criteria, sedangkan EDAS digunakan untuk mengevaluasi dan memeringkat alternatif kelompok tani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model akhir terdiri atas eligibility criteria, outcome criteria, dan supporting criteria. Analisis DEMATEL menunjukkan bahwa dimensi teknis dan agroteknologi serta kelembagaan dan administrasi merupakan faktor penggerak utama dalam sistem bantuan pupuk. Hasil EDAS menunjukkan bahwa kelompok tani dengan produktivitas tinggi, kualitas hasil panen yang baik, kapasitas kelembagaan yang kuat, dan penerapan budidaya yang optimal memperoleh prioritas tertinggi sebagai penerima bantuan.
Penelitian ini menghasilkan model pengambilan keputusan multi-kriteria yang sistematis, objektif, dan berbasis data untuk mendukung pemilihan penerima bantuan pupuk secara lebih transparan dan tepat sasaran. Model ini juga dapat diposisikan sebagai kerangka evaluasi penerima bantuan yang adaptif, dengan penyesuaian indikator, kriteria, dan bobot sesuai karakteristik program bantuan yang diterapkan.
Perpustakaan Digital ITB