Penjadwalan produksi color-coated coil (CCL) merupakan kegiatan penentuan
urutan pesanan berdasarkan karakteristik warna, tebal, dan lebar coil, dengan tujuan
meminimalkan jumlah coil transisi, waktu persiapan, dan selisih ketebalan
antarpesanan berurutan. Penelitian ini mengembangkan model offline-online yang
menggabungkan Mixed Integer Programming (MIP) dan model kecerdasan buatan
Pointer Network berbasis Long Short-Term Memory (LSTM). Model MIP
diselesaikan menggunakan perangkat lunak Gurobi sebagai pembangkit solusi pada
fase offline, kemudian model kecerdasan buatan dilatih untuk menghasilkan
prediksi urutan secara real-time pada fase online.
Karakteristik penjadwalan CCL yang ditentukan oleh perubahan yang terjadi
antarpasangan berurutan memodifikasi mekanisme attention pada arsitektur pointer
network yang diusulkan dengan mengintegrasikan relationship matrix, yang
merepresentasikan hubungan relasi antarpasangan pesanan, serta mekanisme
masking untuk menjamin kelayakan solusi terhadap kendala lebar menurun dan
pemilihan pesanan tepat satu kali. Model dilatih menggunakan 30.000 skenario
yang dibangkitkan dengan teknik Latin Hypercube Sampling (LHS) pada rentang
10 hingga 25 pesanan. Tahap pre-processing dilakukan untuk mengubah nilai
kategorial seperti warna menjadi nilai numerik melalui encoding serta dilakukan
normalisasi data untuk menghindari dominasi nilai. Proporsi pembagian data
pelatihan, data validasi, dan data testing berturut-turut sebesar 70%, 20%, dan 10%
untuk menjamin keterulangan model.
Model pointer network dilatih selama 529 menit, menghasilkan akurasi sebesar
65%, exact match sebesar 28%, dan rata-rata error Key Performance Indicator
(KPI) hingga 4% dibandingkan dengan model MIP pada data testing. Uji Wilcoxon
Signed-Rank Test mengonfirmasi bahwa terdapat perbedaan signifikan secara
statistik antara KPI model prediksi dan model MIP, namun kekuatan perbedaan
tergolong kecil hingga sedang. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa model
prediksi lebih sensitif terhadap faktor kategorial seperti jumlah pesanan, tebal,
lebar, dan warna pada satu skenario, dibandingkan dengan parameter mesin
kontinu, dengan keterbatasan performa yang signifikan pada permasalahan dengan
30 pesanan di luar rentang pelatihan. Validasi terhadap jadwal produksi aktual
dengan 24 pesanan membuktikan bahwa baik model matematis maupun pointer
network secara konsisten menghasilkan solusi yang layak yang memenuhi kendala
serta KPI yang lebih baik dibandingkan dengan jadwal yang disusun secara manual
oleh planner, dengan waktu komputasi pointer network yang jauh lebih cepat
dibandingkan dengan model MIP. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan
sistem pendukung keputusan yang dapat diandalkan untuk penjadwalan produksi
CCL secara real-time, sekaligus mengidentifikasi batas keandalan model sebagai
panduan praktis bagi pengguna sistem seperti planner, sales, dan manajer produksi.
Perpustakaan Digital ITB