Industri kecil dan menengah (IKM) batik menghadapi tuntutan untuk mengurangi
dampak lingkungan dengan tetap mempertahankan efisiensi proses produksi.
Model maturitas Green Business Process Management (GBPM) yang tersedia
belum menghubungkan konteks ekosistem, kapabilitas organisasi, dan pelaksanaan
proses operasional secara multilevel. Model yang ada juga belum menyertakan
mekanisme pembelajaran komplementer antarkapabilitas pada level proses.
Penelitian ini mengembangkan model maturitas GBPM untuk menilai kematangan
dan menetapkan prioritas perbaikan proses bisnis hijau pada IKM batik.
Model dikembangkan melalui sintesis literatur, validasi ahli, dan studi multikasus
pada enam IKM batik. Validitas dan reliabilitas 19 item diuji menggunakan content
validity ratio (CVR), scale-level content validity index/average (S-CVI/Ave), dan
Modified Kappa, sedangkan 22 keputusan mekanisme divalidasi menggunakan
Aiken's V. Data wawancara, observasi terbatas, dan dokumentasi dianalisis melalui
directed content analysis secara intra-kasus dan lintas kasus.
Model memuat 11 dimensi multilevel, 19 item, dan lima tingkat maturitas, yaitu
Novice, Develop, Integrate, Institutionalize, dan Optimize. Mekanisme pengukuran
menggunakan agregasi geometrik dan tiga penalty gap untuk mendeteksi
ketidakselarasan kapabilitas antarlevel arsitektur. Instrumen memperoleh rerata
CVR 0,934, S-CVI/Ave 0,921, dan Modified Kappa 0,915, seluruhnya kategori
excellent. Validasi Aiken's V menghasilkan rerata 0,816, dengan 18 dari 22
keputusan memenuhi ambang penerimaan (0,762), sedangkan empat keputusan
lainnya ditindaklanjuti melalui penyempurnaan dan analisis sensitivitas. Keenam
kasus tersebar pada Level 2 hingga Level 5, dengan konfigurasi kapabilitas yang
berbeda pada setiap tingkat. Model juga membedakan konfigurasi dan
ketidakselarasan pada kasus yang berada dalam tingkat maturitas yang sama. Model
GBPM dapat menjelaskan posisi maturitas dan membantu menyusun prioritas
perbaikan sesuai kondisi setiap IKM.
Perpustakaan Digital ITB