New Psychoactive Substances (NPS) merupakan senyawa psikoaktif yang berkembang pesat dan
dirancang dengan memodifikasi struktur kimia untuk menghindari regulasi hukum narkotika.
Keberagaman dan perubahan struktur yang cepat menyebabkan proses identifikasi NPS menjadi
tantangan dalam klasifikasi senyawa narkotika. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan yang lebih
sistematis dan berbasis ilmiah agar klasifikasi NPS tidak hanya bergantung pada pertimbangan
subjektif, tetapi memiliki landasan analisis yang jelas dan terukur. Penelitian ini bertujuan untuk
memprediksi senyawa dalam mendukung proses klasifikasi New Psychoactive Substances (NPS) ke
dalam golongan narkotika dengan memanfaatkan metode machine learning. Model yang
dikembangkan berfungsi sebagai sistem pendukung, bukan alat klasifikasi final, dengan
memberikan prediksi berdasarkan kemiripan struktur, sifat fisikokimia, dan interaksi terhadap
reseptor di sistem saraf pusat. Dengan pendekatan ini, klasifikasi NPS diharapkan lebih konsisten,
terstandar, dan memiliki dasar ilmiah yang kuat. Train set terdiri dari 53 senyawa narkotika sebagai
kontrol positif dan 940 senyawa non-narkotika sebagai kontrol negatif, dengan rasio
ketidakseimbangan kelas sebesar 1:17,7. Fitur diekstraksi dari berbagai sumber prediksi in silico
meliputi SwissADME, ADMETlab 3.0, VEGA dan RDKit yang mencakup profil interaksi reseptor
sistem saraf pusat, sifat fisikokimia, toksisitas, dan kemiripan struktur berbasis Morgan fingerprint
melalui Tanimoto similarity. Lima variasi fitur (VARIASI-01 hingga VARIASI-05) diujikan pada empat
algoritma klasifikasi, yaitu Logistic Regression, Random Forest, K-Nearest Neighbors, dan Support
Vector Machine. Hasil menunjukkan bahwa Logistic Regression dengan VARIASI-05 memberikan
performa terbaik dengan akurasi (0,71), presisi (0,77), recall (0,61), dan spesifisitas (0,81). Sebanyak
70 dari 115 senyawa NPS telah berhasil diklasifikasikan sebagai narkotika. Namun performa tersebut
belum optimal karena data yang digunakan tidak memiliki informasi pembeda yang cukup antara
senyawa narkotika dan non-narkotika yang dapat terlihat dari data yang beririsan antara kedua
kelas. Berdasarkan hasil prediksi, model ini masih memerlukan pengembangan dengan data yang
lebih representatif serta penerapan metode lanjutan agar dapat mencapai akurasi yang lebih baik
sesuai tujuan penelitian.
Perpustakaan Digital ITB