Abstrak— Badan informasi geospasial (BIG) sebagai walidata rawan banjir
membutuhkan suatu terobosan inovasi untuk memprediksi lokasi rawan banjir
dalam waktu cepat. Kondisi saat ini, proses pengolahan data rawan banjir dilakukan
secara luring melalui perangkat lunak spasial berbasis desktop. Perkembangan
teknologi kecerdasan artifisial dan keilmuan geospasial, memunculkan pendekatan
konsep geospatial artificial intelligence. Kategori kelas rawan banjir yaitu rendah,
menengah, dan tinggi dapat dihubungkan dengan model klasifikasi teknik
supervised learning. Hal tersebut menjadi celah penelitian untuk dilakukan
pengembangan model klasifikasi pembelajaran mesin dengan menggunakan basis
pemetaan spasial rawan banjir. Pengembangan model klasifikasi dari sisi penerapan
set data geospasial, analisis feature selection menggunakan metode SNI 8197:2015
dibandingkan dengan penelitian terdahulu. Algoritma yang akan diuji sebagai
pembentuk model klasifikasi adalah Random forest, Support Vector Machine, dan
MLP-ANN berdasarkan studi perbandingan dengan akurasi terbaik. Design Science
Research Method (DSRM) digunakan sebagai pedoman pengembangan model dan
prototipe sistem geospasial. Penerapan algoritma klasifikasi random forest, feature
geometry dan 3 (tiga) feature yaitu curah hujan, kelerengan, dan penutup lahan
menghasilkan model pembelajaran mesin rawan banjir. Hasil pengukuran akurasi
dari model klasifikasi menggunakan parameter SNI 8197:2015 dibandingkan
dengan penelitian terdahulu mendapatkan kenaikan nilai rata-rata yaitu 1,48%.
Sementara itu, hasil evaluasi kinerja model klasifikasi menggunakan confusion
matrix multiclass menghasilkan koreksi peningkatan akurasi dengan nilai 1,2%.
Hasil akhir dari evaluasi kinerja model klasifikasi mengalami peningkatan akurasi
dengan total 2,68%.
Perpustakaan Digital ITB