Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya tingkat adopsi teknologi peternakan pada peternak sapi perah skala kecil di Jawa Barat, yang berdampak pada belum optimalnya produktivitas susu dan pengelolaan limbah ternak. Penelitian sebelumnya masih terbatas dalam mengintegrasikan kesiapan individu, persepsi teknologi, dan faktor kontekstual dalam analisis adopsi teknologi peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan model konseptual adopsi teknologi peternakan yang digunakan untuk mendukung perumusan implikasi manajerial dalam meningkatkan produktivitas susu dan pengelolaan limbah ternak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada peternak sapi perah skala kecil. Variabel penelitian dikembangkan melalui integrasi Technology Readiness Index (TRI), Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), dan variabel kontekstual berupa government support dan pro-environmental behavior (PEB-Waste). Data penelitian sebanyak 160 responden dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimism dan innovation berpengaruh positif terhadap performance expectancy dan effort expectancy, sedangkan insecurity berpengaruh negatif terhadap performance expectancy. Kemudian, performance expectancy, social influence, dan government support berpengaruh positif terhadap intention to adopt teknologi. Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat perbedaan karakteristik dan tingkat kesiapan peternak dalam mengadopsi teknologi. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi para pembuat kebijakan untuk menyusun implementasi teknologi peternakan yang disesuaikan dengan karakteristik dan tingkat kesiapan peternak sapi perah skala kecil di Jawa Barat.
Perpustakaan Digital ITB