PT TML Energy adalah perusahaan Engineering, Procurement, and Construction
(EPC) yang berfokus pada proyek energi surya di Indonesia. Selama periode
2021–2024, perusahaan mengalami keterlambatan pelaksanaan proyek secara
berulang sebesar 20–40% dari jadwal yang direncanakan. Hasil peninjauan
proyek menunjukkan bahwa keterlambatan tersebut bukan disebabkan oleh
kendala teknis, melainkan oleh kelemahan sistemik dalam manajemen proyek,
terutama pada perencanaan terintegrasi, koordinasi pengadaan, pengendalian
jadwal, komunikasi lintas fungsi, dan pembelajaran organisasi. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kematangan manajemen proyek
perusahaan saat ini dan mengembangkan Project Management Maturity Model
(PMMM) yang sesuai untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan proyek.
Penilaian kematangan difokuskan pada tujuh Knowledge Area PMBOK yang
dipilih berdasarkan isu bisnis paling kritis di perusahaan, yaitu Integration
Management, Stakeholder Management, Resource Management, Communication
Management, Quality Management, Schedule Management, dan Procurement
Management. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods, yang
menggabungkan data kualitatif dari pengalaman langsung para praktisi dengan
pengukuran kuantitatif terhadap tingkat kematangan organisasi. Triangulasi
kedua sumber data tersebut membantu mengurangi bias penilaian diri dalam
kuesioner dan menghasilkan profil kematangan yang mencerminkan baik persepsi
maupun kondisi operasional yang sebenarnya.
Berdasarkan temuan penelitian, dirancang lima solusi bisnis terintegrasi beserta
rencana implementasinya. Solusi tersebut meliputi: (1) template Integrated
Project Management Plan (IPMP) untuk memastikan seluruh sub-rencana proyek
terintegrasi sebelum mobilisasi dimulai; (2) Procurement Lead-Time Integration
Framework yang menghubungkan jadwal pengiriman vendor dengan jadwal
konstruksi; (3) Parametric Schedule Database yang memanfaatkan data historis
terstruktur
untuk
meningkatkan
akurasi
perencanaan; (4) template
Communication Management Plan untuk memformalkan alur informasi antara
tim internal dan klien; serta (5) Lessons Learned Database yang terintegrasi
dengan Competency Development Framework untuk menghidupkan kembali
sistem pembelajaran organisasi dan memperkuat kapabilitas proyek.
Perpustakaan Digital ITB