digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

PT TML Energy adalah perusahaan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) yang berfokus pada proyek energi surya di Indonesia. Selama periode 2021–2024, perusahaan mengalami keterlambatan pelaksanaan proyek secara berulang sebesar 20–40% dari jadwal yang direncanakan. Hasil peninjauan proyek menunjukkan bahwa keterlambatan tersebut bukan disebabkan oleh kendala teknis, melainkan oleh kelemahan sistemik dalam manajemen proyek, terutama pada perencanaan terintegrasi, koordinasi pengadaan, pengendalian jadwal, komunikasi lintas fungsi, dan pembelajaran organisasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kematangan manajemen proyek perusahaan saat ini dan mengembangkan Project Management Maturity Model (PMMM) yang sesuai untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan proyek. Penilaian kematangan difokuskan pada tujuh Knowledge Area PMBOK yang dipilih berdasarkan isu bisnis paling kritis di perusahaan, yaitu Integration Management, Stakeholder Management, Resource Management, Communication Management, Quality Management, Schedule Management, dan Procurement Management. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods, yang menggabungkan data kualitatif dari pengalaman langsung para praktisi dengan pengukuran kuantitatif terhadap tingkat kematangan organisasi. Triangulasi kedua sumber data tersebut membantu mengurangi bias penilaian diri dalam kuesioner dan menghasilkan profil kematangan yang mencerminkan baik persepsi maupun kondisi operasional yang sebenarnya. Berdasarkan temuan penelitian, dirancang lima solusi bisnis terintegrasi beserta rencana implementasinya. Solusi tersebut meliputi: (1) template Integrated Project Management Plan (IPMP) untuk memastikan seluruh sub-rencana proyek terintegrasi sebelum mobilisasi dimulai; (2) Procurement Lead-Time Integration Framework yang menghubungkan jadwal pengiriman vendor dengan jadwal konstruksi; (3) Parametric Schedule Database yang memanfaatkan data historis terstruktur untuk meningkatkan akurasi perencanaan; (4) template Communication Management Plan untuk memformalkan alur informasi antara tim internal dan klien; serta (5) Lessons Learned Database yang terintegrasi dengan Competency Development Framework untuk menghidupkan kembali sistem pembelajaran organisasi dan memperkuat kapabilitas proyek.