Saat ini, kontribusi UMKM di Indonesia terhadap PDB masih di bawah target yang
sudah ditentukan. Salah satu industri yang berkontribusi paling tinggi terhadap PDB
adalah industri fesyen. UMKM fesyen saat ini tengah dihadapkan oleh situasi BANI
(brittle, anxious, nonlinear, incomprehensible). Dengan adanya BANI, industri perlu
memiliki kemampuan resiliensi. Berdasarkan penelitian terdahulu, UMKM sangat
bergantung pada pemilik dalam menjalankan usahanya karena keterbatasan sumber
daya. Individual ambidexterity pemilik dan inovasi proses bisnis dinilai mampu
meningkatkan kemampuan resiliensi pada UMKM. Namun, belum banyak penelitian
yang meneliti hal tersebut secara kuantitatif. UMKM juga perlu memiliki kemampuan
manajemen sumber daya manusia untuk mendukung kemampuan individual
ambidexterity pemilik tersebut. Selain itu, keterbatasan sumber daya pada UMKM
juga membuat UMKM perlu memiliki kemampuan networking. Berdasarkan hal
tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh individual ambidexterity
pemilik, ambidextrous human resource management, business process management
ambidexterity, dan networking terhadap organizational resilience.
Pengujian hubungan tersebut dilakukan dengan menggunakan SEM-PLS. Populasi
pada penelitian ini adalah 310 UMKM di Kampoeng Radjoet Binong Jati Bandung.
Responden penelitian ini adalah pemilik UMKM. Pengambilan data dilakukan
menggunakan kuesioner yang diambil secara offline. Berdasarkan hasil pengambilan
data, didapat 145 data dimana hanya 135 data yang dapat digunakan untuk penelitian.
Selain itu, untuk menggali informasi lebih dalam terkait hasil maka dilakukan
wawancara.
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa individual ambidexterity berpengaruh secara
positif dan signifikan terhadap business process management ambidexterity capability,
exploration business process management capability, dan exploitation business
process management capability. Namun, tidak berpengaruh signifikan terhadap
organizational resilience. Selain itu, business process management ambidexterity,
exploration business process management capability, dan exploitation business
process management capability terbukti tidak memengaruhi organizational resilience
secara signifikan dan tidak memediasi hubungan antara individual ambidexterity
pemilik dan organizational resilience. Selain itu, ambidextrous human resource
management terbukti memoderasi hubungan antara individual ambidexterity pemilik
dan business process management ambidexterity dan exploration business process
management capability namun tidak dengan exploitation business process
management capability. Networking capability tidak memoderasi hubungan antara
business process management ambidexterity serta exploitation business process
management capability dan organizational resilience. Namun, networking capability
terbukti memoderasi hubungan exploration business process management capability
dengan organizational resilience.
Perpustakaan Digital ITB