digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Indyra Puteri Zein
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Saat ini, kontribusi UMKM di Indonesia terhadap PDB masih di bawah target yang sudah ditentukan. Salah satu industri yang berkontribusi paling tinggi terhadap PDB adalah industri fesyen. UMKM fesyen saat ini tengah dihadapkan oleh situasi BANI (brittle, anxious, nonlinear, incomprehensible). Dengan adanya BANI, industri perlu memiliki kemampuan resiliensi. Berdasarkan penelitian terdahulu, UMKM sangat bergantung pada pemilik dalam menjalankan usahanya karena keterbatasan sumber daya. Individual ambidexterity pemilik dan inovasi proses bisnis dinilai mampu meningkatkan kemampuan resiliensi pada UMKM. Namun, belum banyak penelitian yang meneliti hal tersebut secara kuantitatif. UMKM juga perlu memiliki kemampuan manajemen sumber daya manusia untuk mendukung kemampuan individual ambidexterity pemilik tersebut. Selain itu, keterbatasan sumber daya pada UMKM juga membuat UMKM perlu memiliki kemampuan networking. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh individual ambidexterity pemilik, ambidextrous human resource management, business process management ambidexterity, dan networking terhadap organizational resilience. Pengujian hubungan tersebut dilakukan dengan menggunakan SEM-PLS. Populasi pada penelitian ini adalah 310 UMKM di Kampoeng Radjoet Binong Jati Bandung. Responden penelitian ini adalah pemilik UMKM. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner yang diambil secara offline. Berdasarkan hasil pengambilan data, didapat 145 data dimana hanya 135 data yang dapat digunakan untuk penelitian. Selain itu, untuk menggali informasi lebih dalam terkait hasil maka dilakukan wawancara. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa individual ambidexterity berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap business process management ambidexterity capability, exploration business process management capability, dan exploitation business process management capability. Namun, tidak berpengaruh signifikan terhadap organizational resilience. Selain itu, business process management ambidexterity, exploration business process management capability, dan exploitation business process management capability terbukti tidak memengaruhi organizational resilience secara signifikan dan tidak memediasi hubungan antara individual ambidexterity pemilik dan organizational resilience. Selain itu, ambidextrous human resource management terbukti memoderasi hubungan antara individual ambidexterity pemilik dan business process management ambidexterity dan exploration business process management capability namun tidak dengan exploitation business process management capability. Networking capability tidak memoderasi hubungan antara business process management ambidexterity serta exploitation business process management capability dan organizational resilience. Namun, networking capability terbukti memoderasi hubungan exploration business process management capability dengan organizational resilience.