Abstrak - M. Angga Hadi Pratama
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Abstrak
Sebagai permukaan referensi yang stabil, geoid memainkan peran krusial dalam
penetapan datum vertikal dan menjadi landasan utama bagi pemetaan presisi tinggi
serta pembangunan infrastruktur. Di Indonesia, kebutuhan akan model geoid yang
akurat semakin meningkat seiring dengan percepatan pembangunan infrastruktur dan
penyediaan peta skala besar. Saat ini, model INAGEOID2020 versi 2.0 masih
digunakan secara luas. Namun, tingkat akurasi yang bervariasi antara 5,88 hingga 28,58
cm dinilai belum memadai untuk mendukung penentuan posisi vertikal secara presisi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, dikembangkan model geoid baru menggunakan
pendekatan Remove-Compute-Restore (RCR) berbasis Fast Fourier Transform melalui tiga
skema pemodelan: 2D-Planar, 1D-Spherical, dan Multiband-Spherical. Proses ini
menghasilkan model quasigeoid yang kemudian dikoreksi menjadi model geoid melalui
perhitungan quasigeoid-to-geoid separation. Ribuan model dievaluasi menggunakan data
GNSS/leveling di tiap pulau, dan pendekatan 1D-Spherical terbukti memberikan hasil
terbaik, seperti pada Pulau Jawa yang mampu menurunkan standar deviasi dari 11,81
cm menjadi 9,95 cm. Selain itu, model ini dikembangkan dalam platform web interaktif
dengan back-end berbasis Firebase dan front-end menggunakan React.js yang
memungkinkan pengguna untuk mengakses informasi undulasi geoid pada titik atau
wilayah tertentu dalam format titik maupun poligon.
Perpustakaan Digital ITB