digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Industri semen merupakan salah satu sektor strategis yang berperan penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dalam proses operasionalnya, sistem logistik memiliki peran yang sangat penting untuk memastikan kelancaran distribusi produk dari pabrik hingga ke konsumen. Salah satu komponen dalam sistem distribusi tersebut adalah penggunaan kemasan polysling sebagai alat bantu pengangkutan semen. Reverse logistics menjadi pendekatan yang relevan dalam upaya meningkatkan efisiensi sistem logistik secara keseluruhan, khususnya dalam pengembalian dan pemanfaatan kembali (reusable ) polysling. Pada perusahaan kini masih belum ada sistem yang terstruktur menggambarkan tentang tata cara sistem pengembalian polysling, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan polysling semen melalui pendekatan dinamika sistem dengan fokus pada mekanisme pengembalian dan penggunaan kembali (reuse) kemasan dalam sistem logistik perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah simulasi dinamika sistem dengan membangun model perilaku sistem pengelolaan polysling. Model kemudian diuji melalui beberapa skenario kebijakan yang berfokus pada perubahan tingkat pengembalian polysling selama periode simulasi. Parameter base skill pekerja dan sensitivitas pembelajaran merupakan faktor utama dalam mengurangi handling error. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan tingkat pada base skill pekerja dan sensitivitas pembelajaran dapat memberikan dampak signifikan terhadap penurunan kebutuhan pengadaan polysling baru serta peningkatan jumlah polysling yang dapat digunakan kembali dalam sistem. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan kebijakan yang mendorong peningkatan tingkat pengembalian polysling merupakan strategi yang efektif dalam mendukung pengelolaan logistik yang lebih efisien dan berkelanjutan sehingga layak untuk dipertimbangkan sebagai kebijakan operasional perusahaan.