digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2026 FAUREN ATHIRA KHANZA ABSTRAK
Terbatas  Dwi Ary Fuziastuti
» Gedung UPT Perpustakaan

Gelombang soliter banyak digunakan untuk merepresentasikan propagasi gelombang nonlinier di pesisir karena mempertahankan bentuk dan amplitudonya melalui keseimbangan efek nonlinier dan dispersi. Penelitian ini mengembangkan model Boussinesq tak berdimensi termodifikasi, berbasis formulasi standar tipe Peregrine dengan koefisien dispersi terkalibrasi dan parameter gesekan dasar spasial, untuk mensimulasikan propagasi gelombang soliter. Simulasi dilakukan pada tiga konfigurasi batimetri pesisir, yaitu dasar datar, pantai berlereng, dan terumbu karang. Model didiskretisasi menggunakan finite volume method dengan operator dispersi yang diselesaikan secara implisit, sedangkan parameter model dan skema numerik dioptimasi menggunakan Genetic Algorithm (GA) dengan meminimumkan RMSE terhadap solusi analitik (dasar datar) dan data eksperimen laboratorium (pantai berlereng dan terumbu karang). Hasil validasi menunjukkan kesesuaian yang baik pada ketiga konfigurasi, dengan penyimpangan terbesar terjadi pada fase transisi menuju wave breaking, mencerminkan keterbatasan model Boussinesq satu dimensi berbasis rata-rata kedalaman dalam merepresentasikan proses pecah gelombang yang kompleks. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa parameter disipasi hasil kalibrasi GA bergantung pada resolusi grid dan karakteristik batimetri tempat parameter tersebut dikalibrasi, sehingga tidak bersifat universal dan memerlukan kalibrasi ulang pada konfigurasi berbeda. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun GA efektif mencari parameter optimum untuk suatu kasus, transferabilitasnya tetap dibatasi oleh karakteristik domain komputasi.