digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK - Rizal Kurnia
PUBLIC Open In Flipbook Resti Andriani

BAB 1 - Rizal Kurnia
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 - Rizal Kurnia
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 - Rizal Kurnia
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 - Rizal Kurnia
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 - Rizal Kurnia
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 6 - Rizal Kurnia
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA - Rizal Kurnia
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

Penelitian ini membandingkan model anisotropi elips dan non-elliptical Oval Cassini pada pemodelan ketebalan zona limonit dan saprolit endapan nikel laterit menggunakan Ordinary Kriging (OK) dan Sequential Gaussian Simulation (SGS). Analisis dilakukan melalui variogram directional delapan arah, Nonlinear Least Squares (NLS) untuk fitting geometri anisotropi, Leave-One-Out Cross Validation (LOOCV) untuk mengevaluasi kinerja prediksi pada OK, serta evaluasi reproduksi statistik, kontinuitas spasial, dan ketidakpastian pada SGS. Hasil fitting NLS menunjukkan bahwa model Oval Cassini memberikan kesesuaian geometri yang lebih baik dibandingkan model elips pada kedua zona. Pada raw data, RMSE fitting model Cassini pada zona limonit dan saprolit masing-masing sebesar 4,35 m dan 11,19 m, lebih rendah dibandingkan model elips sebesar 8,56 m dan 12,01 m. Pada data Gaussian, RMSE fitting model Cassini juga lebih rendah, yaitu 4,53 m pada limonit dan 8,98 m pada saprolit, dibandingkan model elips masing-masing 7,75 m dan 9,76 m. Namun demikian, kesesuaian geometri yang lebih baik tidak selalu diikuti oleh peningkatan kemampuan prediksi. Hasil LOOCV pada Ordinary Kriging menunjukkan bahwa model elips lebih baik pada zona limonit dengan MAE 3,0488 m, RMSE 4,0545 m, dan R2 0,7878, sedangkan model Oval Cassini sedikit lebih baik pada zona saprolit dengan MAE 4,1228 m, RMSE 5,2500 m, dan R2 0,1914. Pada SGS, kedua model terlebih dahulu dievaluasi berdasarkan kemampuan mereproduksi distribusi statistik, distribusi kumulatif, kontinuitas spasial, serta kalibrasi probabilistik. Setelah seluruh kriteria tersebut terpenuhi, nilai overall uncertainty (U) digunakan untuk membandingkan tingkat ketidakpastian hasil simulasi, dengan nilai (U) yang lebih rendah menunjukkan ketidakpastian kondisional rata-rata yang lebih kecil. Pada zona limonit, Oval Cassini menghasilkan nilai (U) sebesar 0,1990, lebih rendah dibandingkan model elips sebesar 0,2017. Sebaliknya, pada zona saprolit, model elips menghasilkan nilai (U) sebesar 0,8619, lebih rendah dibandingkan Oval Cassinisebesar 0,8629. Dengan demikian, dari aspek tingkat ketidakpastian hasil SGS, Oval Cassini lebih baik pada zona limonit, sedangkan model elips lebih baik pada zona saprolit.