BAB 1 - Rizal Kurnia
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 - Rizal Kurnia
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 - Rizal Kurnia
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 - Rizal Kurnia
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 - Rizal Kurnia
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 6 - Rizal Kurnia
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA - Rizal Kurnia
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Penelitian ini membandingkan model anisotropi elips dan non-elliptical Oval Cassini
pada pemodelan ketebalan zona limonit dan saprolit endapan nikel laterit
menggunakan Ordinary Kriging (OK) dan Sequential Gaussian Simulation (SGS).
Analisis dilakukan melalui variogram directional delapan arah, Nonlinear Least
Squares (NLS) untuk fitting geometri anisotropi, Leave-One-Out Cross Validation
(LOOCV) untuk mengevaluasi kinerja prediksi pada OK, serta evaluasi reproduksi
statistik, kontinuitas spasial, dan ketidakpastian pada SGS.
Hasil fitting NLS menunjukkan bahwa model Oval Cassini memberikan kesesuaian
geometri yang lebih baik dibandingkan model elips pada kedua zona. Pada raw data,
RMSE fitting model Cassini pada zona limonit dan saprolit masing-masing sebesar
4,35 m dan 11,19 m, lebih rendah dibandingkan model elips sebesar 8,56 m dan 12,01
m. Pada data Gaussian, RMSE fitting model Cassini juga lebih rendah, yaitu 4,53 m
pada limonit dan 8,98 m pada saprolit, dibandingkan model elips masing-masing 7,75
m dan 9,76 m. Namun demikian, kesesuaian geometri yang lebih baik tidak selalu
diikuti oleh peningkatan kemampuan prediksi. Hasil LOOCV pada Ordinary Kriging
menunjukkan bahwa model elips lebih baik pada zona limonit dengan MAE 3,0488
m, RMSE 4,0545 m, dan R2 0,7878, sedangkan model Oval Cassini sedikit lebih baik
pada zona saprolit dengan MAE 4,1228 m, RMSE 5,2500 m, dan R2 0,1914.
Pada SGS, kedua model terlebih dahulu dievaluasi berdasarkan kemampuan
mereproduksi distribusi statistik, distribusi kumulatif, kontinuitas spasial, serta
kalibrasi probabilistik. Setelah seluruh kriteria tersebut terpenuhi, nilai overall
uncertainty (U) digunakan untuk membandingkan tingkat ketidakpastian hasil
simulasi, dengan nilai (U) yang lebih rendah menunjukkan ketidakpastian
kondisional rata-rata yang lebih kecil. Pada zona limonit, Oval Cassini menghasilkan
nilai (U) sebesar 0,1990, lebih rendah dibandingkan model elips sebesar 0,2017.
Sebaliknya, pada zona saprolit, model elips menghasilkan nilai (U) sebesar 0,8619,
lebih rendah dibandingkan Oval Cassinisebesar 0,8629. Dengan demikian, dari aspek
tingkat ketidakpastian hasil SGS, Oval Cassini lebih baik pada zona limonit,
sedangkan model elips lebih baik pada zona saprolit.
Perpustakaan Digital ITB