digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB 1 - Rahmat Fiqry Tualeka
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 - Rahmat Fiqry Tualeka
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 - Rahmat Fiqry Tualeka
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 - Rahmat Fiqry Tualeka
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 - Rahmat Fiqry Tualeka
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 6 Rahmat Fiqry Tualeka
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA - Rahmat Fiqry Tualeka
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

Model anisotropi elips mengasumsikan perubahan range variogram antar-arah mengikuti geometri yang relatif teratur, sedangkan kontinuitas spasial endapan batu bara dapat menunjukkan pola noneliptik. Penelitian ini bertujuan menganalisis anisotropi total sulfur dan ketebalan, mengembangkan model anisotropi noneliptik berbasis oval Cassini, serta mengevaluasi penerapannya pada Ordinary Kriging (OK) dan Sequential Gaussian Simulation (SGS). Data terdiri atas 99 titik bor Seam B dan 37 titik bor Seam E1. Variogram direksional dihitung pada delapan azimut dengan toleransi 11,25° dan 22,5°. Nilai range dimodelkan menggunakan elips melalui Direct Least Squares (DLS) dan oval Cassini melalui Nonlinear Least Squares (NLS), kemudian diterapkan sebagai jarak efektif anisotropik. OK dievaluasi menggunakan Leave-One-Out Cross-Validation (LOOCV) dan residual lokal, sedangkan SGS dilakukan sebanyak 100 realisasi setelah normal-score transformation dan dievaluasi berdasarkan reproduksi statistik, struktur spasial, dan penyebaran antar-realisasi. Hasil menunjukkan bahwa kesesuaian geometri anisotropi bergantung pada variabel dan seam. Pada OK, elips menghasilkan kinerja prediksi yang lebih baik untuk total sulfur dan ketebalan Seam B, sedangkan oval Cassini menghasilkan galat yang lebih rendah pada kedua variabel Seam E1. Perbedaan terbesar terdapat pada total sulfur Seam E1, dengan penurunan MAE dan RMSE rata-rata masing- masing 6,72% dan 6,86%. Evaluasi spasial menunjukkan bahwa galat lokal Cassini cenderung lebih rendah pada bagian domain dengan spasi sampling yang relatif rapat, sedangkan keteraturan titik dan besar nilai observasi tidak menunjukkan hubungan yang konsisten sebagai indikator tunggal. Pada SGS, transformasi Gaussian mengubah pola anisotropi sehingga fitting dilakukan kembali. Elips lebih baik mereproduksi range direksional pada total sulfur Seam E1 dan ketebalan Seam B, sedangkan Cassini lebih sesuai pada ketebalan Seam E1 dengan penurunan MAE dan RMSE masing-masing 28,25% dan 19,37% serta hasil yang lebih dekat terhadap target pada 11 dari 16 arah, meskipun penyebaran antar-realisasinya sedikit lebih lebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa oval Cassini dapat digunakan sebagai alternatif anisotropi ketika pola range noneliptik teridentifikasi dan kinerjanya terkonfirmasi melalui validasi estimasi atau reproduksi struktur spasial.