digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Sistem Informasi Manajemen Aset Daerah (SIMADA) merupakan sistem e-government G2G (government-to-government) bersifat mandatori di Provinsi Jawa Barat menunjukkan tingkat adopsi yang rendah, dengan hanya 20,77% akun pengguna yang aktif dan 9,50% yang memanfaatkan seluruh kelompok fitur sistem. Penelitian ini mengembangkan model adopsi Unified Model of Electronic Government Adoption (UMEGA) yang diperluas dengan konstruk organisasional seperti training, leader's awareness, dan leader's commitment, serta mengintegrasikan data kuesioner dengan data log sistem untuk mengukur penggunaan aktual secara objektif. Pengujian model dilakukan menggunakan PLS-SEM terhadap pegawai yang memiliki akses SIMADA di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performance expectancy dan leader's commitment secara signifikan memengaruhi behavioral intention, sedangkan training merupakan satu-satunya faktor yang terbukti memengaruhi use behavior berdasarkan data log. Effort expectancy tidak terbukti signifikan memengaruhi behavioral intention, yang mengindikasikan bahwa dalam konteks sistem mandatori, tekanan dan pengaruh dari leader's commitment membuat kemudahan penggunaan sistem menjadi pertimbangan yang kurang relevan bagi pegawai. Temuan lainnya adalah behavioral intention tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap use behavior, mengindikasikan adanya kesenjangan antara niat dan penggunaan aktual pada konteks sistem mandatori. Penelitian ini merekomendasikan strategi peningkatan adopsi SIMADA melalui penguatan pelatihan terstruktur, komitmen pimpinan, dan monitoring berbasis data log sebagai indikator objektif keberhasilan implementasi sistem G2G.