digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Komposit sandwich tenunan 3D memiliki struktur berongga yang berpotensi digunakan sebagai material penyerap suara berbasis resonansi. Namun, mekanisme resonansi umumnya bekerja pada rentang frekuensi yang terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji pengaruh variasi ketebalan, penambahan busa poliuretan, dan penggunaan airgap terhadap karakteristik penyerapan suara komposit sandwich tenunan 3D. Pengujian dilakukan menggunakan tabung impedansi dengan metode dua mikrofon sesuai ISO 10534-2 untuk memperoleh koefisien absorpsi suara, yang selanjutnya diolah menjadi nilai Sound Absorption Average (SAA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan ketebalan komposit tanpa poliuretan cenderung meningkatkan absorpsi suara, tetapi tidak menghasilkan puncak resonansi yang jelas. Penambahan poliuretan menghasilkan puncak absorpsi pada frekuensi rendah– menengah serta meningkatkan absorpsi pada frekuensi menengah–tinggi, sehingga terbentuk mekanisme hybrid antara resonansi lokal dan disipasi berpori. Penambahan airgap sebesar 5 cm menggeser rentang kerja penyerapan menuju frekuensi yang lebih rendah. Pada ketebalan 3 cm, komposit dengan poliuretan menghasilkan nilai SAA 0,42, lebih tinggi dibandingkan glass wool sebesar 0,25. Pada ketebalan 5 cm, nilai SAA komposit sebesar 0,55 relatif sebanding dengan glass wool sebesar 0,59. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi struktur berongga, poliuretan, dan airgap dapat memperluas rentang penyerapan suara.