Komposit sandwich tenunan 3D memiliki struktur berongga yang berpotensi digunakan
sebagai material penyerap suara berbasis resonansi. Namun, mekanisme resonansi umumnya
bekerja pada rentang frekuensi yang terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji
pengaruh variasi ketebalan, penambahan busa poliuretan, dan penggunaan airgap terhadap
karakteristik penyerapan suara komposit sandwich tenunan 3D. Pengujian dilakukan
menggunakan tabung impedansi dengan metode dua mikrofon sesuai ISO 10534-2 untuk
memperoleh koefisien absorpsi suara, yang selanjutnya diolah menjadi nilai Sound
Absorption Average (SAA).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan ketebalan komposit tanpa poliuretan
cenderung meningkatkan absorpsi suara, tetapi tidak menghasilkan puncak resonansi yang
jelas. Penambahan poliuretan menghasilkan puncak absorpsi pada frekuensi rendah–
menengah serta meningkatkan absorpsi pada frekuensi menengah–tinggi, sehingga terbentuk
mekanisme hybrid antara resonansi lokal dan disipasi berpori. Penambahan airgap sebesar 5
cm menggeser rentang kerja penyerapan menuju frekuensi yang lebih rendah. Pada ketebalan
3 cm, komposit dengan poliuretan menghasilkan nilai SAA 0,42, lebih tinggi dibandingkan
glass wool sebesar 0,25. Pada ketebalan 5 cm, nilai SAA komposit sebesar 0,55 relatif
sebanding dengan glass wool sebesar 0,59. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi
struktur berongga, poliuretan, dan airgap dapat memperluas rentang penyerapan suara.
Perpustakaan Digital ITB