Kandungan karbon dioksida (CO?) yang tinggi pada biogas menurunkan nilai kalor
sehingga diperlukan proses pemurnian untuk menghasilkan biometana. Absorpsi
menggunakan monoethanolamine (MEA) merupakan teknologi yang telah banyak
digunakan, tetapi masih memiliki kebutuhan energi regenerasi yang tinggi. Deep Eutectic
Solvent (DES) berbasis kolin klorida (ChCl)-MEA dikembangkan sebagai pelarut
alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi
kinerja larutan ChCl-MEA untuk absorpsi CO? dalam pemurnian biogas melalui studi
kapasitas absorpsi, selektivitas CO?/CH?, regenerasi, dan karakterisasi gugus fungsi.
Larutan ChCl-MEA disintesis pada rasio molar 1:5 dan 1:10, kemudian diuji secara batch
pada temperatur 30–60°C, tekanan 5–10 bar, dan kandungan air 0, 25, dan 50%-vol.
Komposisi gas dianalisis menggunakan GC-TCD, perubahan gugus fungsi dikarakterisasi
menggunakan FTIR, sedangkan pengaruh variabel operasi terhadap kapasitas absorpsi
dianalisis menggunakan Response Surface Methodology (RSM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio molar ChCl:MEA, temperatur, tekanan, dan
kandungan air memengaruhi kinerja absorpsi CO?. Menurut model RSM, kapasitas
absorpsi maksimum diperoleh pada rasio 1:10 sebesar 0,1937 mol-CO?/mol-DES pada
kondisi 51°C, 10 bar, dan 25%-vol air. Sedangkan, rasio 1:5 menghasilkan kapasitas
maksimum 0,1481 mol-CO?/mol-DES pada 53°C, 6,96 bar, dan 25%-vol air. Selektivitas
CO?/CH? maksimum masing-masing sebesar 28,16 pada rasio 1:5 dan 28,82 pada rasio
1:10, yang keduanya dicapai pada kondisi 30°C, 10 bar, dan 50%-vol air, menunjukkan
bahwa peningkatan kandungan MEA mampu meningkatkan kemampuan pemisahan CO?
dari CH?. Studi regenerasi menunjukkan adanya trade-off antara kapasitas absorpsi dan
stabilitas penggunaan berulang. Rasio 1:10 memberikan kapasitas awal yang lebih tinggi,
sedangkan rasio 1:5 mampu mempertahankan kapasitas absorpsi dengan lebih baik
selama siklus regenerasi. Analisis FTIR mengonfirmasi terbentuknya spesies karbamat
setelah absorpsi serta menunjukkan bahwa regenerasi termal belum sepenuhnya
menghilangkan residu spesies tersebut. Secara keseluruhan, larutan ChCl-MEA
berpotensi sebagai pelarut alternatif yang menjanjikan untuk pemurnian biogas.
Perpustakaan Digital ITB