Dampak emisi gas rumah kaca (GRK) terhadap lingkungan dan kesehatan manusia sangat
lah besar. Emisi GRK berkontribusi terhadap perubahan iklim dengan memerangkap
panas di atmosfer, menyebabkan peningkatan suhu, naiknya permukaan air laut, dan
perubahan ekosistem. Dampak dari perubahan iklim di dunia memengaruhi berbagai
sektor termasuk transportasi, khususnya penerbangan. Penggunaan bahan bakar pesawat
adalah salah satu jalan untuk mengurangi emisi CO2. Terdapat berbagai bahan baku yang
potensial untuk dikonversi menjadi bahan bakar pesawat terbarukan. Pada penelitian ini
digunakan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku produksi sustainable aviation fuel
(SAF). Minyak kelapa sawit merupakan kandidat potensial karena harganya yang rendah
dan ketersediaan yang melimpah di Indonesia.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menguji dan menentukan kelayakan penggunaan
minyak kelapa sebagai bahan baku produksi SAF dengan bantuan variasi katalis yang
telah ditentukan dengan sasaran: melakukan sintesis penyangga SAPO-11 hingga
meghasilkan karakteristik yang serupa dengan SAPO-11 komersial; melakukan konversi
trigliserida yang terkandung di dalam minyak kelapa menjadi hidrokarbon dalam reaktor
partaian dan kontinu dengan bantuan katalis yang telah ditentukan; menganalisis konversi
yang dihasilkan dari dua kondisi operasi reaksi yang telah dilangsungkan. Analisis bahan
baku dan produk dilakukan dengan instrumen kromatografi gas. Karakterisasi katalis
dilakukan dengan analisis XRD, XRF, H2-TPR, NH3-TPD, dan BET. Reaktor yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu yang digunakan adalah reaktor partaian dengan
kondisi operasi temperatur 350? dan tekanan 60 bar. Hasil sintesis SAPO-11 didapat %-
kristalinitas sebesar 62,4%. Karakterisasi SAPO-11, Zeolit Y, dan ZSM-5 volume pori
berturut-turut sebesar 0,1; 0,23; 0,3 cm3/g. Luas permukaan beruturut-turut 55; 64; 303
m2/g. Ukuran pori beruturut-turut 134; 137; 88 Å. Rasio Si/Al berturut-turut 0,56; 1,86;
8,24. Selektivitas HDO tertinggi diperoleh dengan Ni-Cu/SAPO-11 sebesar 39%.
Selektivitas C10-C14 tertinggi diperoleh dengan Ni-Cu/Zeolite Y sebesar 25%. Rasio Si/Al
dan struktur kristal akan memengaruhi distribusi produk. Volume pori, ukuran pori, dan
luas permukaan akan memengaruhi konversi yang dihasilkan.
Perpustakaan Digital ITB