BAB 1 Pangerehan Purwantorojati
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Pangerehan Purwantorojati
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Pangerehan Purwantorojati
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Pangerehan Purwantorojati
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Pangerehan Purwantorojati
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Pangerehan Purwantorojati
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Perancangan geometri lereng pada tambang batubara metode terbuka umumnya memerlukan proses iteratif yang panjang karena perlu mencoba berbagai kombinasi tinggi lereng, sudut lereng, dan kondisi muka air tanah. Slope stability curve (SSC) merupakan pendekatan praktis untuk meningkatkan efisiensi perancangan; namun, sebagian besar SSC yang tersedia belum representatif untuk kondisi geoteknik tambang batubara di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengembangkan SSC pada lereng highwall di beberapa tambang batubara di Kalimantan Selatan dengan nilai Geological Strength Index (GSI) sebesar 50. Pemodelan dilakukan secara probabilistik menggunakan perangkat lunak Slide2 dengan metode Bishop Simplified dan kriteria keruntuhan Generalized Hoek-Brown pada tiga litologi dominan (sandstone, mudstone, dan claystone), lima skenario kondisi air tanah berdasarkan klasifikasi Hoek & Bray (1977), variasi tinggi lereng 50–300 m, dan sudut lereng 10°–80°, sehingga menghasilkan 2.475 skenario pemodelan. Visualisasi menghasilkan tiga kurva kestabilan lereng dengan garis kontur FK = 1,3 sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018. Kurva menunjukkan urutan kapasitas kestabilan sandstone > claystone > mudstone dan pengaruh kondisi air dry > low groundwater > moderate groundwater > high groundwater > saturated. Hasil validasi terhadap potongan melintang lereng aktual menunjukkan tingkat akurasi sebesar 64%. Kurva yang dihasilkan dapat digunakan sebagai acuan awal pada preliminary slope design lereng highwall tambang batubara di Kalimantan Selatan.
Perpustakaan Digital ITB