Hareudang Bandung, organisasi non pemerintah yang berfokus pada isu food
waste dan lingkungan keberlanjutan, menghadapi kesenjangan penyelarasan
kapabilitas karena transformasi strategis menuju organisasi profesional
berkembang lebih cepat daripada pengembangan internalnya. Penelitian studi
kasus ini menggunakan metode kualitatif yang mengkaji penerjemahan
transformasi korporat ke dalam kapabilitas organisasi, mengidentifikasi hambatan
institusionalisasi, serta merumuskan kerangka kerja strategis. Data dikumpulkan
melalui wawancara, dokumen organisasi, dan observasi, lalu dianalisis
menggunakan analisis tematik, PESTEL-EFAS, dan Burke-Litwin-IFAS, serta
disintesis melalui SWOT dan TOWS Matrix.
Hasil penelitian menunjukkan kekuatan pada kepemimpinan, formalisasi, dan
jaringan pemangku kepentingan. Diperoleh skor IFAS 2,48 dan EFAS 2,69, namun
kapabilitas belum merata akibat dominasi pendiri, tantangan koordinasi, serta
keterbatasan sistem. Dirumuskan empat prioritas strategis: Institutional
Leadership and Strategic Alignment, Organizational Integration and Coordination,
Knowledge and Stakeholder Institutionalization, serta People and Organizational
Sustainability, yang dituangkan dalam peta jalan dua belas bulan (Foundation,
Integration, Institutionalization, Review and Adjustment). Penelitian ini
menghasilkan kerangka kerja kontekstual untuk memperkuat kapabilitas organisasi
dan menunjang transformasi strategis yang berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB