Efisiensi pemupukan fosfat di dalam tanah masih tergolong rendah akibat tingginya kehilangan fosfat melalui proses fiksasi, presipitasi, dan leaching. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan fosfat adalah pengembangan sistem pelepasan terkendali berbasis biochar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan granul pembenah tanah berbasis biochar bagas tebu melalui ko-pirolisis dengan bentonit serta pelapisan bentonit-alginat untuk menghasilkan pelepasan fosfat yang lebih terkontrol. Penelitian dilakukan menggunakan biomassa bagas tebu yang dikeringkan, diperkecil ukurannya, kemudian diko-pirolisis pada suhu 500°C selama 2 jam dengan variasi bentonit alami, bentonit teraktivasi asam (B-H), dan bentonit teraktivasi basa (B-OH). biochar hasil pirolisis kemudian diimpregnasi menggunakan larutan H?PO? 30% dan dibentuk menjadi granul menggunakan matriks bentonit-alginat. Karakterisasi dilakukan melalui pengujian perolehan biochar, kadar karbon terikat, nilai pH, water holding capacity (WHC), SEM, FTIR, kadar fosfat, serta kinetika pelepasan fosfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perolehan biochar tertinggi diperoleh pada variasi bentonit alami sebesar 30,68%, diikuti B-H sebesar 28,76%, kontrol sebesar 28,50%, dan B-OH sebesar 28,27%. biochar yang dihasilkan memiliki kadar karbon terikat pada rentang 29,87–54,84%, sedangkan granul pembenah tanah memiliki nilai WHC sebesar 272,1–413,7% dan pH pada rentang 5,48–6,21. Analisis Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukkan keberadaan struktur makropori, mesopori, dan mikropori, sedangkan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) menunjukkan keberadaan gugus hidroksil, aromatik, karboksil, dan fosfat. Kadar fosfat tertinggi pada biochar terimpregnasi diperoleh pada variasi B-OH sebesar 17,63%, sedangkan kadar fosfat granul berada pada rentang 3,67–4,63%. Hasil uji pelepasan fosfat menunjukkan bahwa seluruh granul mampu melepaskan fosfat secara bertahap dengan model kinetika yang cenderung mengikuti first-order. Variasi B-H menunjukkan laju pelepasan paling rendah sebesar 0,0017/hari, sehingga memiliki karakter pelepasan fosfat yang paling terkontrol dibandingkan variasi lainnya. Berdasarkan hasil tersebut, granul biochar berbasis bagas tebu dengan pelapisan bentonit-alginat berpotensi dikembangkan sebagai pembenah tanah dengan sistem pelepasan fosfat terkendali untuk aplikasi pertanian berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB