Struktur AP di Blok Natuna D-Alpha memiliki potensi sumber daya hidrokarbon
yang signifikan namun menghadapi tantangan pengembangan yang kompleks.
Reservoir gas pada struktur ini mengandung konsentrasi CO? yang sangat tinggi
(rata-rata 45 mol%), yang mengakibatkan tingginya biaya pemrosesan dan
tantangan komersialisasi. Di sisi lain, reservoir minyak karbonat di bawahnya
memiliki faktor perolehan (Recovery Factor) dasar yang rendah, yakni hanya
sekitar 25% akibat heterogenitas batuan jika dikembangkan secara konvensional.
Penelitian ini mengusulkan strategi pengembangan terpadu dan bertahap
(Synergistic Phased Development) yang mengubah tantangan emisi menjadi
peluang. Inti dari strategi ini adalah penangkapan langsung CO? dari produksi gas
masam untuk diinjeksikan kembali ke reservoir minyak sebagai bagian dari
program Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) dan Enhanced Oil
Recovery (EOR).
Hasil studi menunjukkan bahwa program CO?-EOR mampu meningkatkan
recovery factor minyak dari sekitar 25% menjadi 38% (tambahan perolehan sekitar
43 MMSTB) bahkan pada batasan tekanan injeksi 4.500 psia, sekaligus menyimpan
sekitar 0,87 TSCF CO? secara permanen di reservoir minyak. Mengingat temperatur
reservoir yang tinggi (255°F) dan tekanan operasi yang relatif rendah, pendesakan
diperkirakan berlangsung pada rezim immiscible hingga near-miscible. Dengan
demikian, integrasi ini menjadikan proyek lebih mandiri secara ekonomi sekaligus
ramah lingkungan. Secara keekonomian, opsi sinergis memberikan NPV kontraktor
sekitar US$324 juta dengan IRR 13,0% dan menurunkan harga minyak break-even
ke sekitar US$45/bbl, jauh melampaui kedua opsi pengembangan terpisah yang
hanya marjinal (NPV ~US$11–12 juta, IRR ~10%).
Perpustakaan Digital ITB