digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Struktur AP di Blok Natuna D-Alpha memiliki potensi sumber daya hidrokarbon yang signifikan namun menghadapi tantangan pengembangan yang kompleks. Reservoir gas pada struktur ini mengandung konsentrasi CO? yang sangat tinggi (rata-rata 45 mol%), yang mengakibatkan tingginya biaya pemrosesan dan tantangan komersialisasi. Di sisi lain, reservoir minyak karbonat di bawahnya memiliki faktor perolehan (Recovery Factor) dasar yang rendah, yakni hanya sekitar 25% akibat heterogenitas batuan jika dikembangkan secara konvensional. Penelitian ini mengusulkan strategi pengembangan terpadu dan bertahap (Synergistic Phased Development) yang mengubah tantangan emisi menjadi peluang. Inti dari strategi ini adalah penangkapan langsung CO? dari produksi gas masam untuk diinjeksikan kembali ke reservoir minyak sebagai bagian dari program Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) dan Enhanced Oil Recovery (EOR). Hasil studi menunjukkan bahwa program CO?-EOR mampu meningkatkan recovery factor minyak dari sekitar 25% menjadi 38% (tambahan perolehan sekitar 43 MMSTB) bahkan pada batasan tekanan injeksi 4.500 psia, sekaligus menyimpan sekitar 0,87 TSCF CO? secara permanen di reservoir minyak. Mengingat temperatur reservoir yang tinggi (255°F) dan tekanan operasi yang relatif rendah, pendesakan diperkirakan berlangsung pada rezim immiscible hingga near-miscible. Dengan demikian, integrasi ini menjadikan proyek lebih mandiri secara ekonomi sekaligus ramah lingkungan. Secara keekonomian, opsi sinergis memberikan NPV kontraktor sekitar US$324 juta dengan IRR 13,0% dan menurunkan harga minyak break-even ke sekitar US$45/bbl, jauh melampaui kedua opsi pengembangan terpisah yang hanya marjinal (NPV ~US$11–12 juta, IRR ~10%).