ABSTRAK Farhan Al Haqqi
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Penurunan kualitas air akibat pembuangan limbah domestik dan industri yang tidak
terolah secara memadai telah menjadi krisis lingkungan yang mendesak di
Indonesia, khususnya di daerah perkotaan yang padat penduduk. Metode
pemantauan konvensional secara manual (grab sampling) membutuhkan waktu
analisis yang lama dan tidak mampu memberikan sistem peringatan dini (early
warning system). Penelitian Tugas Akhir ini bertujuan untuk merancang,
merealisasikan, dan mengevaluasi sistem monitoring kualitas air jarak jauh berbasis
Internet of Things (IoT) yang mengintegrasikan aspek kuantitas hidrologi dan
kualitas fisis-kimiawi air secara real-time.
Sistem yang dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai unit
pemroses utama dan modul komunikasi GSM SIM800L EVB untuk
mentransmisikan data melalui jaringan seluler GPRS, mengatasi keterbatasan
infrastruktur nirkabel lokal seperti Wi-Fi di area lapangan. Empat sensor utama
diintegrasikan ke dalam sistem, yaitu sensor Total Dissolved Solids (TDS) dengan
kompensasi suhu fisis, sensor kekeruhan (turbidity) optik, sensor suhu thermistor
NTC, dan sensor ketinggian air (water level) berbasis plat konduktor. Seluruh data
hasil pengukuran diunggah secara berkala ke database cloud dan divisualisasikan
secara langsung melalui platform Blynk IoT.
Hasil pengujian fungsional menunjukkan tingkat akurasi pembacaan yang
tinggi setelah melalui proses kalibrasi linier dan fisis. Berdasarkan hasil
pengukuran, sensor TDS memiliki rerata selisih pembacaan sebesar 4,26 ppm,
sensor turbidity sebesar 60 NTU, sensor suhu sebesar 3,84 °C, dan sensor water
level sebesar 0,108 cm. Evaluasi di lapangan membuktikan keandalan transmisi
data melalui protokol GSM tanpa adanya kehilangan data yang signifikan. Alat ini
berhasil menyajikan sistem monitoring yang kontinu, mandiri, serta akurat guna
mendukung upaya mitigasi pencemaran perairan nasional.
Perpustakaan Digital ITB