Abstrak - Farhan Rizky Ramadhan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Biogas merupakan sumber energi terbarukan yang menjanjikan, namun kandungan hidrogen sulfida (H2S) di dalamnya bersifat korosif dan meracuni katalis pada proses hilir sehingga perlu disisihkan sebelum pemanfaatan. Penelitian ini mengembangkan adsorben bimetalik berbasis seng oksida (ZnO) dan besi oksida (Fe2O3) yang diimpregnasi pada support alumina melalui metode incipient wetness impregnation, dengan variasi rasio massa Fe:Zn sebesar 1:1, 1:2, dan 1:3. Kinerja adsorpsi diuji menggunakan metode volumetrik Orsat akibat kendala pengadaan gas H2S murni, sementara karakterisasi adsorben dilakukan dengan BET dan XRD baik pada kondisi segar (fresh), setelah adsorpsi (spent), maupun setelah regenerasi termal pada 600 °C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas adsorpsi H2S meningkat seiring bertambahnya rasio Zn, dengan variasi Fe:Zn 1:3 mencapai kapasitas tertinggi pada siklus pertama sebesar 0,247 g H2S/g adsorben, didukung oleh konstanta laju reaksi orde satu tertinggi (0,060 menit-1). Namun, setelah beberapa siklus regenerasi, adsorben rasio Fe:Zn 1:2 justru menunjukkan kinerja kumulatif yang lebih unggul dan lebih stabil, dengan total penyerapan sebesar 0,384 g H2S/g adsorben setelah empat siklus, dibandingkan 0,291 g H2S/g adsorben pada rasio 1:3 yang hanya bertahan satu kali regenerasi. Analisis BET dan XRD mengindikasikan bahwa kelebihan Zn pada rasio 1:3 menyebabkan aglomerasi dan fasa yang kurang kristalin sehingga lebih rentan terdegradasi selama regenerasi termal, sedangkan rasio 1:2 memiliki struktur spinel ZnFe2O4–Fe2O3 yang lebih stabil. Dengan demikian, adsorben Fe:Zn dengan rasio 1:2 direkomendasikan sebagai formulasi yang paling efisien untuk aplikasi pemurnian biogas berulang.
Perpustakaan Digital ITB