Peningkatan partisipasi perempuan dalam dunia kerja tidak mengubah fakta bahwa sebagian besar tanggung jawab domestik masih dibebankan kepada perempuan. Akibatnya, perempuan yang bekerja dan memiliki anak (working mothers) kerap mengalami kesulitan dalam mengelola tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Kondisi ini akhirnya menimbulkan stres dan berdampak pada berbagai aspek kesejahteraan psikologis. Oleh karena itu, penelitian ini ingin menganalisis pengaruh work-life balance terhadap kesejahteraan psikologis pada working mothers, disertai dengan stres kerja sebagai variabel mediasi. Hasil analisis selanjutnya menjadi dasar perancangan rekomendasi intervensi yang dapat diterapkan di organisasi tempat working mothers bekerja.
Data dikumpulkan melalui kuesioner berisi 9 pertanyaan terkait karakteristik responden dan 33 pertanyaan terkait variabel yang diukur dengan skala Likert. Diperoleh sebanyak 409 responden working mothers di Indonesia, dengan 358 di antaranya dilanjutkan ke tahap pengolahan. Pengolahan data meliputi uji hubungan antarvariabel menggunakan metode partial least square structural equation modeling (PLS-SEM). Selain itu, dilakukan pula uji perbedaan statistik pada tingkat kesejahteraan psikologis berdasarkan karakteristik responden dengan t-test dan Mann-Whitney U test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh positif secara signifikan terhadap kesejahteraan psikologis pada working mothers. Kemudian, stres kerja terbukti berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan tersebut. Dari hasil ini, dirancang empat rekomendasi intervensi yang meliputi penerapan flexible work arrangements (FWA), pelatihan boundary management, pengurangan dan penyesuaian beban kerja, serta pelatihan work-life supportive leadership. Rekomendasi diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis pada working mothers.
Perpustakaan Digital ITB